BEI Dorong Start Up Lokal Menuju Emiten di Pasar Modal

Peluncuran program Start Up Incubator IDX oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) DIY yang menggandeng start up lokal, Mobile Pangan (Mangan) di Rooster & Bear Cafe, Hotel Harper Jogja, Rabu (26/4/2017). (Holy Kartika N.S/JIBI - Harian Jogja)
27 April 2017 21:55 WIB Holy Kartika Nurwigati Jogja Share :

Bursa Efek Indonesia (BEI) DIY Mendorong pelaku bisnis start up di DIY menuju Initial Public Offering (IPO)

 
Harianjogja.com, JOGJA-Mendorong pelaku bisnis start up di DIY menuju Initial Public Offering (IPO), http://m.harianjogja.com/?p=739839">Bursa Efek Indonesia (BEI) DIY meluncurkan program Start Up Incubator IDX. Program ini merupakan salah satu upaya untuk mendukung pemerintah untuk mewujudkan 1.000 start up pada 2020.

Kepala Kantor BEI DIY, Irfan Noor Riza mengatakan bisnis start up di Indonesia mengalami pertumbuhan yang cukup pesat. Data jumlah start up di Indonesia pada tahun 2016 sedikitnya mencapai lebih dari 2.000 perusahaan.

"Indonesia memiliki lebih dari 2.000 perusahaan start up. Dengan jumlah tersebut, Indonesia menjadi salah satu negara di Asia Tenggara dengan jumlah perusahaan start up terbanyak," ujar Irfan di sela acara peluncuran program Start Up Incubator IDX di Rooster & Bear Cafe, Hotel Harper Jogja, Rabu (26/4/2017).

Irfan mengungkapkan jumlah start up yang tumbuh di DIY juga cukup banyak. Program ini akan menginkubasi start up yang ada di DIY dengan tujuan agar perusahaan ini dapat memonetisasi bisnisnya. Di mana ke depan, perusahaan tersebut dapat mengelola keuangan, meningkatkan inovasi produk serta mengembangkan bisnisnya.

"Ujungnya kami berharap nanti pelaku start up ini dapat listing ke Bursa Efek Indonesia, mereka bisa IPO [menawarkan sahamnya] dan menjadi emiten di BEI. Sehingga, nantinya masyarakat Indonesia juga dapat memiliki start up lokal dari DIY," ungkap Irfan.

Melalui program tersebut, perusahaan start up yang diinkubasi akan mendapatkan beberapa manfaat. Irfan mengungkapkan start up yang tergabung dalam program ini akan memperoleh berbagai akses seperti permodalan, pelatihan dan ruang untuk mempromosikan produknya.

"Masa inkubasinya sendiri, targetnya paling tidak dalam lima tahun mendatang akan ada satu atau dua start up yang sudah IPO," imbuh Irfan.

Dalam peluncuran perdana program ini di Jogja, BEI DIY menggandeng start up di bidang kuliner dari Solo, Mangan. CEO Mobile Pangan (Mangan), Hamzah mengungkapkan Mangan merupakan salah satu start up yang fokus menghadirkan informasi seputar kuliner yang kali pertama lahir di Solo. Informasi seputar kuliner banyak diburu wisatawan, terutama di musim liburan.

"Kami memberikan informasi yang dibutuhkan masyarakat yang mencari referensi tentang kuliner. Aplikasi kami saat ini sudah diunduh lebih dari 5.000 kali dan di Solo telah menjaring lebih dari 200 pelaku kuliner," ungkap Hamzah.

Sementara itu, Chief Financial Officer Mobile Pangan (Mangan), Edwin Jayandaru menambahkan peluang bisnis kuliner dan digital merupakan bisnis yang sangat menjanjikan. Berangkat dari gagasan anak-anak muda, start up ini memiliki misi yang sejalan dengan Bursa Efek Indonesia (BEI).