3 Orang Tewas Akibat Longsor di Lokasi Penambangan Merapi, Salah Satunya Balita

05 Mei 2017 20:00 WIB Sekar Langit Nariswari Sleman Share :

Dua kejadian sekaligus yang menyebabkan hilangnya nyawa manusia terjadi di Kalitengah Lor, Glagaharjo, Cangkringan pada Jumat (5/5/2017) siang

 
Harianjogja.com, SLEMAN-Dua kejadian sekaligus yang menyebabkan hilangnya nyawa manusia terjadi di Kalitengah Lor, Glagaharjo, Cangkringan pada Jumat (5/5/2017) siang. Lokasi kejadian hanya berjarak sekitar 600 meter dan sama-sama berada di kawasan penambangan pasir Kali Gendol.

Kejadiaan naas ini terjadi ketika tebing batu dan pasir dengan ketinggian sekitar 35 meter menimpa ibu dan anak. Isti Mulyaningsih (27) dan Berlyan Budhie Ananta (4) yang sedang berteduh di bawahnya.

Keduanya merupakan warga Desa Kepuharjo yang saat itu sedang menunggu suaminya yang sedang menambang, sekitar pukul 10.30 WIB.

Kepala Desa Kepuharjo, Heru Suprapto mengatakan saat itu cuaca sedang panas terik dan longsor bukan diakibatkan hujan deras. Hanya saja, tebing tersebut memang terdiri dari batu dan pasir yang rapuh dan rawan longsor.

“Tebingnya memang tidak mantep makanya kelongsoran,” ujarnya ketika dihubungi. Hingga sore hari, keduanya masih tertimbun pasir dan masih dalam proses evakuasi dengan alat berat.

Ia juga menambahkan jika sekitar 30 menit sebelumnya di hari yang sama, seorang penambang pasir manual tewas tertimpa batu yang coba digesernya.

Korban bernama Purwanto (33), warga Murangan, Sindumartani, Ngemplak ini tertimpa batu di lokasi yang berjarak sekitar 600 meter dari tebing yang longsor. Korban kemudia dibawa ke RS Panti Nugroho meski kemudian tak tertolong dan langsung dimakamkan siang itu juga.

Joko Supriyanto, Kepala BPBD Sleman mengatakan sejumlah personil telah dikerahkan untuk melakukan evakuasi atas ibu dan anak korban tebing longsor. Selain anggota SAR dan relawan, adapul aanggota kepolisian dan masyarakat setempat yang ikut serta.

Ia menyebutkan jika evakuasi akan terus dilakukan sampai kedua korban diketemukan atau kondisi tidak memungkinkan. “Biasanya sampai pukul 18.00, karena kalau sudah gelap menyulitkan evakuasi,” jelasnya.