Pencairan BOS Molor, Sekolah Cari Dana Talangan

Riski Ika Fauziah dan Relita Mahendarti, dua siswa SD Wonolagi Gunungkidul mengerjakan soal Ujian Nasional 2016, Selasa (17/5/2016). (Mayang Nova Lestari/JIBI - Harian Jogja)
09 Mei 2017 23:21 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Pencairan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untukTriwulan II 2017 molor

 

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Pencairan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untukTriwulan II 2017 molor. Harusnya dana bantuan diberikan pada akhir April lalu, namun hingga Senin (8/5/2017) belum ada tanda-tanda akan dicairkan.

Kepala Sekolah SD Negeri Wonosari 4 Eko Pramono membenarkan jika dana BOS untuk triwulan II belum cair. Ia tidak tahu persis adanya kemoloran itu karena Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul belum memberikan pernyataan secara resmi.

“Saya tidak tahu penyebabnya. Mungkin kemoloran terjadi karena masalah admnistrasi. Harusnya dana ini sudah cair di akhir April, tapi hingga sekarang [kemarin] belum ada tanda-tanda akan diberikan,” kata Eko kepada wartawan, Senin.

Menurut dia, adanya kemoloran dalam pencairan bukan barang baru. Sebab, pencairan di tahun-tahun sebelumnya juga pernah mengalami hal yang sama. “Harapan kami ini bisa diubah sehingga pencairan dapat tepat waktu,” ujarnya.

Eko menjelaskan, ketepatan dalam pencairan sangat dibutuhkan. Pasalnya, ini berkaitan dengan program operasional yang dimiliki sekolah. Dia tidak menampik, kemoloran itu menjadi terganggu, misalnya proses pembayaran honor terganggu hingga masalah persiapan ujian ikut terkena dampaknya.

“Mau bagaimana lagi, dana di triwulan pertama sudah habis. Jadi untuk menjamin operasional tetap berjalan, pihak sekolah terpaksa mencari utangan,” kata Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Gunungkidul ini.

Lebih jauh dikatakan Eko, dana BOS yang diterima di SD Negeri Wonosari empat sebesar Rp100,8 juta dalam setahun. Jumlah ini merupakan akumulasi anggaran untuk 126 murid yang dimiliki.

“Masing-masing anak setahunnya mendapat jatah Rp800.000. Kendati demikian, dana ini tidak cair sacara langsung karena prosesnya terbagi dalam empat termin yang diberikan setiap tiga bulan sekali,” imbuhnya.

Hal senada diungkapkan oleh Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Saptosari Suyanto. Menurut dia, keterlambatan ini jangan sampai berlarut-larut, sebab kondisi itu akan berpengaruh kepada operasional sekolah. “Kalau untuk saat ini [kemarin] masih bisa ditanggulangi, tapi kalau pencairan lebih lama lagi maka dampaknya akan besar,” kata Yanto.

Dia menjelaskan, dengan jumlah siswa sebanyak 468 anak, maka di SMP Negeri 1 Saptosari mendapatkan dana BOS sebesar Rp468 juta. “Masing-masing anak mendapat jatah sebesar Rp1.000.000  per tahun. Harapan kami, sebelum akhir Mei, dana itu sudah dapat dicairkan,” ujarnya.

Sementara itu, pihak Disdikpora Gunungkidul hingga berita ini diturunkan belum dapat dikonfirmasi. Pelaksana Tugas Kepala Disdikpora Gunungkidul  Supartono saat dihubungi  kemarin, nomor teleponnya tidak aktif.  Hal yang sama juga terjadi pada Sekreatris Disdikpora Bahron Rasyid.