Pembangunan JJLS Kulonprogo Antara Congot-Ngremang Dimulai Akhir 2018

Kolam tambak udang tampak berdekatan dengan jalur jalan lintas selatan di Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, Rabu (7/1/2015). Keberadaan tambak nantinya tergusur proyek jalan karena lebar JJLS diperluas sampai 30 meter. (JIBI/Harian Jogja - Bhekti Suryani)
09 Mei 2017 02:55 WIB Uli Febriarni Kulonprogo Share :

JJLS Kulonprogo memasuki masa persiapan

Harianjogja.com, KULONPROGO -- Rencana pengembangan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) di wilayah Kulonprogo memasuki masa persiapan. Pengembangan ini melanjutkan pembangunan ruas jalur Jangkaran (Congot) di Kecamatan Temon hingga Ngremang di Galur.

Dari total JJLS 23 Kilometer (Km) di Kulonprogo, sedianya jalur ini memiliki panjang 19,35 Km. Pekerjaan JJLS akan mengembangkan jalur yang sudah ada, lewat pelebaran jalur Jalan Daendels yang saat ini membentang di tujuh desa, menjadi empat lajur, dengan lebar 14 meter. Proyek fisik yang masuk sebagai program nasional ini, akan dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum. Sedangkan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, Energi dan Sumber Daya Mineral Daerah Istimewa Yogyakarta (DPUP ESDM DIY) kedapatan tugas pengadaan lahan.

Tim Pengadaan Lahan JJLS DPUP ESDM DIY, Widarto, pada Senin (8/5/2017) mengatakan tahapan pembangunan JJLS dimulai dari perencanaan, persiapan, pelaksanaan, dan penyampaian hasil. Mengingat saat ini masih memasuki tahap awal, ia memperkirakan proyek fisik baru dimulai pada akhir 2018.

Dari panjang total 23 km, pembebasan lahan baru dilakukan 3,8 km. Desa Karangsewu hingga Banaran yang menghubungkan Kulonprogo dengan Bantul, melalui Jembatan Srandakan 3 saat ini masuk tahap pengerjaan fisik.

"Diperkirakan ada ribuan bidang lahan milik masyarakat yang akan terdampak. Nantinya lahan masyarakat akan digunakan untuk pelebaran badan jalan total mencapai lebar 30 meter. Mencakup badan jalan, devider, bahu jalan, saluran drainase, dan lainnya," ungkap dia, usai Sosialisasi Pengadaan Lahan Pembangunan JJLS, di Balai Desa Palihan.