Advertisement
BANDARA KULONPROGO : Pemkab Ngotot Dapat Uang BPHTB
Advertisement
Pemkab masih merasa punya hak terhadap potensi dana BPHTB bandara
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pemerintah Kabupaten Kulonprogo tidak mau menyerah meski Presiden Joko Widodo sudah menyatakan kemungkinan besar Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dalam proyek bandara di Kecamatan Temon tidak dibayarkan.
Advertisement
“Gubernur [DIY] sempat dipanggil Presiden dan menyatakan kemungkinan besar BPHTB tidak dibayarkan. Namun, keputusan itu dibuat sebelum surat dari kami [Pemkab] sampai ke Pusat,” ungkap Asisten II Sekretaris Daerah Kulonprogo, Triyono, Selasa (9/5/2017).
Dia menegaskan Pemkab masih merasa punya hak terhadap potensi dana BPHTB bandara yang sudah dimasukkan dalam proyeksi pendapatan daerah pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2017.
Karena itu, Pemkab telah membuat kajian hukum terkait dengan pembayaran BPHTB pada proyek pembangunan bandara. Kini hasilnya telah disampaikan kepada Pemerintah Pusat dan diharapkan menjadi bahan pertimbangan lebih lanjut.
Project Manager Pembangunan NYIA PT Angkasa Pura I, Sujiastono, mengatakan kejelasan mengenai kewajiban pembayaran BPHTB baru bisa dilihat saat proses penyertifikatan lahan. “Angkasa Pura secara prinsip siap bayar. Namun, lihat nanti dalam prosesnya seperti apa,” ungkapnya.
Anggota Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kulonprogo, Aji Pangaribawa, menuturkan nilai BPHTB dari proyek pembangunan bandara diproyeksikan mencapai lebih dari Rp100 miliar. Pemkab sudah semestinya memberikan perhatian khusus terhadap potensi pendapatan daerah tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
PBB Berduka, Prajurit TNI Praka Rico Gugur di Misi UNIFIL Lebanon
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Mati Lampukah Rumahmu? PLN Perbaiki Jaringan di Tiga Wilayah DIY
- Jadwal Terbaru KA Prameks Jogja-Kutoarjo, 24 April 2026
- Jadwal SIM Keliling di Sleman Jumat 24 April 2026
- AHY Dorong Mrican Jadi Model Nasional Penataan Kawasan Kumuh
- Jadwal SIM Keliling di Kota Jogja Jumat 24 April 2026, Cek Lokasinya
Advertisement
Advertisement




