27 Peserta Berkebutuhan Khusus Tes SBMPTN 2017 di Jogja

Peserta mengerjakan soal Ujian Computer Base Test (CBT) saat mengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2017 di Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret (UNS), Solo, Selasa (16/5/2017). (Nicolous Irawan/JIBI - Solopos)
17 Mei 2017 10:55 WIB Jogja Share :

SBMPTN 2017 terdiri dari dua kategori tes.

Harianjogja.com, JOGJA - Sebanyak 40.894 peserta mengikuti ujianĀ  Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) melalui Panitia Lokal (Panlok) 46 Jogja, Selasa (16/5/2017). Pelaksanaan SBMPTN di Jogja diikuti lima perguruan tinggi negeri (PTN), yakni UGM, UPN Veteran, UNY, UIN Sunan Kalijaga dan ISI.

Baca Juga : http://www.harianjogja.com/?p=817320">SBMPTN 2017 Diikuti 40.894 Peserta

Rektor UGM Dwikorita Karnawati yang membacakan data terkait peserta ujian SBMPTN 2017 menjelaskan bahwa di Jogja terdapat 27 peserta ujian SBMPTN berkebutuhan khusus. Jumlah tersebut meliputi 13 orang peserta tuna rungu, empat orang peserta tuna daksa, dan 10 orang tuna netra.

Terkait peserta berkebutuhan khusus, Dwikorita menjelaskan bahwa mereka dilayani sebaik-baiknya oleh panitia penyelenggara. Mereka mendapatkan pendamping satu sampai dua orang yang membantu teknis ujian, seperti memberikan peringatan waktu bagi peserta tuna rungu yang tidak dapat mendengarkan suara bel dimulai dan dihentikannya ujian.

Sementara itu, untuk mengantisipasi kecurangan dalam pelaksanaan ujian SBMPTN juga tetap dilakukan. Wakil Rektor Bidang Akademi dan Kemahasiswaan UGM Iwan Dwiprahasto, menjelaskan antisipasi tersebut dilakukan dengan beberapa cara seperti pengawasan gerak-gerik mencurigakan yang dapat menimbulkan kecurangan.

Kemudian untuk mengantisipasi penggunaan teknologi seperti telepon genggam, para peserta diwajibkan menaruh handphone tersebut ke dalam tas lalu meletakkan tas pada tempat yang telah disediakan. Antipasi kecurangan juga dilakukan dengan pengecekan identitas mahasiswa untuk menghindari penggunaan joki pada ujian SBMPTN. Beberapaa lokasi yang dikunjungi tim dari Panlok 46 Jogja di antaranya Fakultas Biologi UGM dan Fakultas Kedokteran UGM.