Melantik Walikota Jogja dan Bupati Kulonprogo, Ini Pesan Sultan

Suasana Bangsal Kepatihan, Komplek Kantor Gubernur saat prosesi pelantikan Walikota Jogja Haryadi Suyuti dan Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo periode 2017-2022, Senin (22/5/2017). (Sunartono/JIBI - Harian Jogja)
22 Mei 2017 20:20 WIB Sunartono Jogja Share :

Gubernur DIY Sri Sultan HB X meminta kepada Walikota Jogja dan Bupati Kulonprogo untuk fokus

Harianjogja.com, JOGJA- Gubernur DIY Sri Sultan HB X meminta kepada Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo untuk fokus kaitan pembangunanhttp://m.harianjogja.com/?p=817661"> Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA), sedangkan Walikota Jogja dipesan untuk memprioritaskan tataruang dan sistem transportasi kota dalam menjalankan program.

Bersama Wakil Walikota dan Wakil Bupati Kulonprogo, kedua pejabat itu dilantik di Bangsal Kepatihan, Kompleks Kepatihan, Danurejan, Kota Jogja, Senin (22/5/2017).

Sultan berpesan kepada keempat pejabat tersebut dengan menyitir pernyataan KH Agus Salim, bahwa pemimpin itu menderita, karena memimpin adalah melayani. Namun Sultan menganggap pesan KH Agus Salim itu di era saat ini hanya menjadi slogan semata.

Itu, kata Sultan, karena digantikan dengan paham keyakinan praktis kekuasaan, pemimpin yang cenderung mangreh yang bukan lagi sebagai pemomong.

"Memimpin itu sepi karena ia adalah pemutus kebijakan dimana kebijakan akhir terletak pada diri pemimpin yang kuat menerima beban kedudukan itu saya juga menambahkan pesan, memimpinlah dengan teladan," ungkap Sultan.

Sultan menambahkan, Kulonprogo dan Kota Jogja memiliki sumber daya yang berbeda. Tetapi keduanya memiliki potensi besar guna meningkatkan kesejahteraan warganya. Kota Jogja, kata Sultan, yang memiliki visualisasi keistimewaan.

Maka Walikota harus memprioritaskan penataan tata ruang dan sistem transportasi kota, sekaligus penegakan aturan hingga kebersihan kota. "Tentang ini, walikota dan wakilnya tentu sudah paham, tanpa saya merinci, Kota Jogja harus siap menerima efek limpahan dorongan bandara baru dan tarikan dari wilayah selatan DIY," ungkapnya.

Kepada Hasto, Sultan memberi pesan terkait pembangunan bandara. Kulonprogo saat ini menjadi magnet, banyak menarik investor untuk berpartisipasi dalam pembangunan airport city dan aeropolis berikut peluang investasinya.

Karena itu, Pemkab Kulonprogo harus memfasilitasi para pengusaha lokal, agar mampu menangkap peluang usaha baru sekaligus menyiapkan tenaga kerja profesional. Agar warga lokal mampu mengisi kesempatan kerja baru karena prosesnya butuh kompetensi yang terspesialisasi.

Ia meminta Hasto - Tedjo turun tangan sendiri, merangkul masyarakat untuk melanjutkan pembangunan relokasi hunian. "DanĀ  pendampingan pembebasan tanah tersisa yang telah dikerjakan oleh penjabat bupati," ungkap dia.

Meski demikian, Sultan meyakini baik bupati maupun walikota mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Karena mereka sudah menjabat yang kedua kalinya, tentu harus lebih baik dari sebelumnya.

"Mereka sudah kedua kalinya, tak usah diajari. Harapan saya mereka punya prestasi lebih baik. Periode kedua mesti lebih tahu apa yg mestinya dilakukan, saya harapkan justru akhir masa jabatan ini, kesan yang lebih baik," kata dia.