RAZIA SUPERMARKET JOGJA : BPOM Sita Produk Berbagai Merek

23 Mei 2017 20:19 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Mengintensifkan pengawasan tempat perbelanjaan mengingat semakin meningkatnya peredaran produk makanan

Harianjogja.com, JOGJA—Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) DIY dan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindag) DIY mengintensifkan pengawasan ke sejumlah tempat perbelanjaan mengingat semakin meningkatnya peredaran produk makanan.

Dalam pengawasan, Selasa (23/5/2017), petugas masih menemukan sejumlah produk yang tidak layak dijual di supermarket di Jalan Sultan Agung. Sebanyak 26 kemasan dari 10 jenis produk, “Diamankan karena kemasan produk rusak, bocor dan menggelembung,” kata Kepala BPOM DIY, I Gusti Ayu Adhi Aryapatni, di sela-sela sidak di Jalan Sultan Agung, Selasa.

Gusti Ayu mengatakan kemasan produk rusak rawan tercemar mikroba sehingga tidak boleh diperjual belikan. Selain kemasan rusak, sasaran pengawasan juga soal izin edar, label, dan tanggal kedaluwarsa. Namun, secara umum, di Kota Jogja sudah memenuhi syarat.

Selesai di Kota Jogja, BPOM melanjutkan sidak ke Kulonprogo. Pekan lalu, Gusti Ayu melanjutkan, petugas menemukan banyak makanan kedaluwarsa dan segel rusak di wilayah Sleman. Dari 17 jenis produk yang di cek di Sleman, 13 di antaranya tidak layak jual karena segel rusak dan kedaluwarsa.

Selama Ramadan, pihaknya akan terus mengintensifkan pengawasan. Tidak hanya di pusat perbelanjaan, pengawasan juga akan menyasar pasar Ramadan untuk memeriksa makanan takjil atau makanan berbuka puasa. “Disiapkan laboratorium keliling untuk mengawasi takjil.” kata Gusti Ayu.