PASAR MODAL : Pengusaha Perempuan pun Perlu Melek Saham

Kepala Kantor Perwakilan BEI DIY Irfan Noor Riza menjadi pembicara dalam sosialisasi Peningkatan Pemahaman Literasi Keuangan kepada Perkumpulan Perempuan Wirausaha Indonesia (Perwira) DIY bertema "Perempuan Berani Membuat Perubahan", di Hotel Eastparc, Selasa (23/5/2017). (Bernadheta Dian Saraswati/JIBI - Harian Jogja)
25 Mei 2017 11:22 WIB Bernadheta Dian Saraswati Sleman Share :

Pasar modal perlu terus disosialisasi

Harianjogja.com, SLEMAN -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY terus berupaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap keuangan. Kali ini, kegiatan literasi keuangan ditujukan untuk para Perempuan Wirausaha Indonesia (Perwira) DIY.

Kegiatan literasi keuangan dilaksanakan di Hotel Eastparc, Selasa (23/5/2017). Dalam kesempatan itu, OJK mengundang beberapa pimpinan jasa keuangan untuk memberikan sosialisasi terkait kegiatan keuangan yang dilayani, salah satunya Bursa Efek Indonesia (BEI) DIY.

Kepala Kantor Perwakilan BEI DIY Irfan Noor Riza yang hadir menjadi pemateri menyampaikan, jumlah nasabah BEI di Indonesia masih sangat kecil. Dari total 251 juta penduduk, hanya sekitar 0,2% yang sudah mengakses saham di BEI.

Angka tersebut menurutnya masih sangat minim sehingga perlu sosialisasi yang lebih masif mengingat investasi saham memberikan keuntungan yang besar. Ia mencontohkan, Meutia Hatta pernah diberi kado suaminya Sri Edi Swasono berupa empat lot saham. Saat itu, satu lot berisi 500 lembar yang nilai per lembarnya sekitar Rp23.600. Dengan demikian, harga 1 lot sekitar Rp11,8 juta.

Kemudian pada 2012, Meutia membutuhkan dana untuk mencukupi beberapa kebutuhannya. Setelah diuangkan, 1 lot saham harganya menjadi Rp1,5 miliar.

"Kalau diuangkan pada 2017 ini, paling tidak bisa menerima sekitar Rp2,7 miliar per lot. Ini keuntungan yang luar biasa," katanya dalam sosialisasi Peningkatan Pemahaman Literasi Keuangan kepada Perkumpulan Perempuan Wirausaha Indonesia (Perwira) DIY bertema "Perempuan Berani Membuat Perubahan".

Menurutnya belum banyak masyarakat yang tahu akan keuntungan dan mekanisme investasi saham di BEI. Oleh karena itu, katanya, Pemerintah gencar mengajak masyarakat untuk menabung saham BEI mengingat BEI menjadi bursa teruntung di dunia selama 10 tahun. Keberhasilan tersebut mengalahkan Filipina, Inggris, dan Australia.

Sementara itu, Siwi selaku perwakilan Perwira Kabupaten Bantul mengakui selama ini pihaknya belum banyak mengenal tentang tata cara dalam dunia keuangan, salah satunya perbankan. "Sekarang jadi tahu, ternyata kalau punya masalah dengan bank bisa melapor ke OJK. Selama ini tahunya hanya diselesaikan dengan bank-nya saja," tuturnya.