RAMADAN 2017 : Harga Bumbu di Pasar Masih Stabil

Tutik menjual bumbu dapur giling di kios Pasar Beringharjo, Senin (22/8/2016). (Bernadheta Dian Saraswati/JIBI - Harian Jogja)
26 Mei 2017 13:55 WIB Bernadheta Dian Saraswati Jogja Share :

Berdasarkan pantauan di Pasar Beringharjo, Rabu (24/5/2017), harga bumbu dapur seperti merica, ketumbar, dan miri masih stabil.

 
Harianjogja.com, JOGJA-Berdasarkan pantauan Harianjogja.com di Pasar Beringharjo, Rabu (24/5/2017), harga bumbu dapur seperti merica, ketumbar, dan miri masih stabil. Merica dijual Rp130.000 per kg, ketumbar Rp12.000, dan miri Rp32.000 per kg.

Pedagang bumbu dapur bernama Nining mengatakan, dua hari sebelum puasa, harga bumbu dapur belum berubah. Belum ada tanda-tanda kenaikan. Pasokan barang menurutnya juga lancar dan tidak mengalami kelangkaan. “Kalau yang tinggi brambang [bawang merah] dan bawang [bawang putih],” katanya.

Bawang merah dijual Rp23.000 per kg sementara bawang putih masih tinggi sekitar Rp53.000 per kg. Meski terbilang masih mahal menurutnya harga bawang putih semakin berangsur turun dari hari ke hari.

Begitu pun dengan puasa nanti, ia memprediksi harganya akan mendekati normal. Menurutnya tidak ada alasan bawang putih semakin mahal saat puasa karena pasokannya terus terpenuhi. Dalam sehari, ia bisa menjual bawang putih sampai 1 kuintal.

Sementara itu, permintaan bahan campuran es buah seperti kolang-kaling juga sudah mulai meningkat. Adzkal, salah satu pedagang kolang-kaling mengatakan, saat ini ia bisa menjual 20kg kolang-kaling setiap harinya. Biasanya, penjualannya tidak mencapai 20kg.

Ia menjual berbagai jenis kolang-kaling mulai dari Rp12.000, Rp14.000, sampai Rp15.000 per kg. “Kalau sudah puasa permintaan bisa naik dua kali lipat,” tuturnya.

Sementara untuk harganya pun ia juga memprediksi akan semakin naik seiring tingginya permintaan dari kalangan rumah tangga maupun pengusaha es.