RAMADAN 2017 : Pengunjung Padusan Parangtritis Menurun, Mengapa?

Ilustrasi wisatawan di Pantai Parangtritis DIY (JIBI/Harian Jogja - Desi Suryanto)
27 Mei 2017 16:22 WIB Rheisnayu Cyntara Bantul Share :

Ramadan 2017, pengamanan dilakukan oleh SAR dan Polair setempat.

Harianjogja.com, BANTUL -- Sekurangnya 85 personel gabungan dari SAR dan Polisi Air (Polair) Parangtritis mengamankan jalannya ritual tahunan Padusan yang dilakukan masyarakat sebelum memasuki bulan puasa pada Jumat (26/5/2017). Mereka mulai berjaga sejak pukul 07.00 WIB hingga semua pengunjung selesai melakukan Padusan sekitar pukul 19.00 WIB.

Baca Juga : RAMADAN 2017 : Puluhan Personel Amankan Padusan Parangtritis

Koordinator TPR Parangtritis, Rokhmad Ridwanto membenarkan adanya penurunan jumlah pengunjung yang melakukan Padusan tahun ini. Dari pukul 06.00 WIB hingga 18.00 WIB tercatat hanya ada 7.900 pengunjung saja, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang dapat mencapai sekitar 10.000 pengunjung.

Berdasarkan pantauan Harianjogja.com, Pantai Parangtritis memang terlihat cukup sepi. Pengunjung tak berjejal di sepanjang pantai. Namun terlihat antrean yang cukup panjang di Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Parangtritis.

Sekretaris Dinas Pariwisata, Jati Bayubroto yang turut memantau di TPR mengatakan ada tambahan personel dari Polsek Kretek, Koramil, dan Ditlantas Polres Bantul yang membantu petugas TPR. Penambahan personel tersebut dilakukan karena ada peningkatan jumlah sepeda motor yang masuk ke wilayah Pantai Parangtritis untuk melakukan Padusan yang dimulai sejak pukul 14.00 WIB.

"Kebanyakan masyarakat lokal," ucapnya, Jumat (26/5/2017).

Jati mengaku untuk ritual Padusan ini pihaknya cukup kesulitan mengontrol pengunjung yang masuk. Meskipun seharusnya tidak ada aturan dispensasi, akhirnya diputuskan bagi warga sekitar Parangtritis tidak perlu membayar retribusi mauk kawasan pantai.