Petani Saptosari Resah, Tanaman Kacang hingga Jagung Dirusak Monyet
Petani di Saptosari, Gunungkidul, resah karena kawanan monyet ekor panjang merusak tanaman saat musim tanam baru dimulai.
Evakuasi sepeda motor siswa SMK Pelayaran 1 Tanjungsari. Beberapa wilatah Kecamatan Tanjungsari, Gunungkidul terkena banjir, Selasa (28/11/2017). (IST/Dok Satlinmas Rescue Istimewa Wil II Gunungkidul)
Ribuan jiwa mengungsi, dua orang meninggal dunia.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-– Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Gunungkidul tersebar di 144 titik dan mengakibatkan 1.366 kepala keluarga (KK) mejadi korban. Selain itu, sebanyak 1.921 orang mengungsi dan dua warga ditemukan meninggal dunia.
Korban meninggal atas nama Tukiran,75, warga Desa Purwodadi, Tepus karena tertimbun material longsor dari perbukitan yang ada di sekitar lokasi.
Kepala Seksi Pemerintahan Desa Purwodadi, Suyanto membenarkan adanya korban meniggal dalam musibah longsor yang terjadi di desanya. Tukiran ditemukan tewas tertimpa material gubuk yang ambruk karena tertimpa longsor. “Dia kami evakuasi tadi pagi [Rabu, 29/11/2017 pagi] sekitar pukul 08.00 WIB. Sedang istrinya Mbah Suminem dapat diselamatkan meski juga ikut tertimpa bangunan,” katanya, Rabu (29/11/2017).
http://m.solopos.com/?p=872855">Baca juga : BADAI CEMPAKA : Puluhan Warga Prambanan Masih Mengungsi
Sementara itu, satu korban meninggal lainnya atas nama Ngatimin, warga Mertelu, Kecamatan Gedangsari. Korban tewas saat akan menyeberang dalam genangan banjir yang terjadi pada Selasa (28/11/2017) kemarin.
Bupati Gunungkidul Badingah mengatakan bencana yang terjadi Selasa kemarin mengakibatkan 1.366 KK menjadi korban dan sebanyak 1.921 jiwa mengungsi. Dia pun mengaku sudah meminta kepada tim dari pemkab untuk melakukan penangan sehingga kondisi korban tidak jadi semakin parah. “Kami minta bantuan terus dikirim sehingga segala kebutuhan pasca bencana dapat terpenuhi,” ungkapnya.
http://m.solopos.com/?p=872858">Baca juga : BADAI CEMPAKA : Sultan Sambangi Ratusan Pengungsi di Bantul
Seperti diketahui, badai Cempaka yang terjadi di selatan Jawa menyebabkan hujan deras turun secara intensif beberapa hari terakhir. Cuaca ekstrem itu membawa sejumlah bencana seperti banjir dan tanah longsor.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Petani di Saptosari, Gunungkidul, resah karena kawanan monyet ekor panjang merusak tanaman saat musim tanam baru dimulai.
Cek jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Sabtu 7 November 2026. Ada enam keberangkatan tiap arah dengan tarif Rp12.000.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, meminta Baznas dan Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) bersinergi mengentaskan kemiskin
Cek jadwal DAMRI dari Bandara YIA ke Jogja dan Sleman pada Sabtu 7 November 2026. Tarif normal bus Rp80.000 per penumpang.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu 7 November 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek waktu keberangkatan dari kedua stasiun.
Jadwal KA Bandara YIA 7 November 2026 tersedia untuk layanan reguler dan Xpress. Cek keberangkatan, kedatangan, dan waktu tempuhnya.