Hari Pelanggan Nasional 2026, Ini yang Dihadirkan BPJS Ketenagakerjaan Jogja
Hari Pelanggan Nasional 2026, BPJS Ketenagakerjaan Jogja menghadirkan display produk PEKA dan booth MLT Perumahan untuk memperluas manfaat bagi pekerja.
Pemkab Sleman galakkan Puspaga.
Harianjogja.com, SLEMAN--Selama 2017, tercatat 54 anak di Sleman mengalami kekerasan, baik sebagai korban maupun pelaku. Untuk menekan kasus tersebut Pemkab menggalakkan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga).
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB (P3AP2KB) Sleman Mafilindati Nuraini mengatakan sebanyak 54 kasus kekerasan anak tahun lalu masuk ranah hukum. Sebanyak 43 kasus berstatus korban dan 11 kasus berstatus sebagai pelaku. "Dari keseluruhan angka tersebut 10 kasus telah diproses hingga ke Polres Sleman," katanya, Jumat (19/1/2018).
Selain kasus kekerasan pada anak, Linda sapaan akrabnya juga membeberkan data terkait korban KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) di Sleman jumlahnya mencapai 298 orang. Adapun korban kekerasan bukan KDRT tercatat sebanyak 173 orang. Dibanding total penduduk Sleman, kasus kekerasan yang ada di Sleman ini dituturkan Linda terbilang tidak banyak.
Meskipun angkanya sedikit, tetapi satu kasus kekerasan yang terjadi tetap menjadi perhatian Pemkab. Alasannya, satu kasus yang diekspos media massa seolah-olah sudah membunuh karakter Sleman. "Ini menjadi tantangan bagi kita semua bagaimana angka kekerasan kepada anak dan KDRT dapat terus ditekan,” tutur.
Berbagai pihak termasuk psikolog dari Puskesmas, lanjutnya, berupaya menekan angka kekerasan pada anak dan perempuan. Meski begitu, upaya tersebut masih dinilai belum cukup. Karenanya, Pemkab membentuk Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga sejahtera melalui peningkatan kapasitas orang tua. "Puspaga upaya untuk mengantisipasi munculnya kasus kekerasan. Tugas pencegahan ini diampu oleh psikolog," terangnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hari Pelanggan Nasional 2026, BPJS Ketenagakerjaan Jogja menghadirkan display produk PEKA dan booth MLT Perumahan untuk memperluas manfaat bagi pekerja.
Ratusan warga Desa Pengkok, Kedawung, Sragen menggelar aksi unjuk rasa akibat listrik sering padam saat Magrib selama sebulan terakhir. Mereka menuntut PLN gant
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 18 September 2026 melayani 15 perjalanan dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Cek jam keberangkatan dan tarifnya.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Jumat 18 September 2026 melayani rute PP dengan tarif Rp12.000. Cek jam keberangkatan dari Malioboro dan Pantai Parangtri
Tim penyidik KPK menggeledah tiga ruangan di kompleks Kementerian ATR/BPN Jakarta dan membawa tiga koper terkait penyidikan suap HGB.
BBWSSO selesaikan uji sampel air sungai di Gunungkidul. Hasilnya kategori cemar ringan namun tetap dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.