Puluhan Anak di Sleman Alami Kekerasan

20 Januari 2018 09:55 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Pemkab Sleman galakkan Puspaga.


Harianjogja.com, SLEMAN--Selama 2017, tercatat 54 anak di Sleman mengalami kekerasan, baik sebagai korban maupun pelaku. Untuk menekan kasus tersebut Pemkab menggalakkan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga).


Kepala  Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB (P3AP2KB) Sleman Mafilindati Nuraini mengatakan sebanyak 54 kasus kekerasan anak tahun lalu masuk ranah hukum. Sebanyak 43 kasus berstatus korban dan 11 kasus berstatus sebagai pelaku. "Dari keseluruhan angka tersebut 10 kasus telah diproses hingga ke Polres Sleman," katanya, Jumat (19/1/2018).


Selain kasus kekerasan pada anak, Linda sapaan akrabnya juga membeberkan data terkait korban KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) di Sleman jumlahnya mencapai 298 orang. Adapun korban kekerasan bukan KDRT tercatat sebanyak 173 orang. Dibanding total penduduk Sleman, kasus kekerasan yang ada di Sleman ini dituturkan Linda terbilang tidak banyak.


Meskipun angkanya sedikit, tetapi satu kasus kekerasan yang terjadi tetap menjadi perhatian Pemkab. Alasannya, satu kasus yang diekspos media massa seolah-olah sudah membunuh karakter Sleman. "Ini menjadi tantangan bagi kita semua bagaimana angka kekerasan kepada anak dan KDRT dapat terus ditekan,” tutur.


Berbagai pihak termasuk psikolog dari Puskesmas, lanjutnya, berupaya menekan angka kekerasan pada anak dan perempuan. Meski begitu, upaya tersebut masih dinilai belum cukup. Karenanya, Pemkab membentuk Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga sejahtera melalui peningkatan kapasitas orang tua. "Puspaga upaya untuk mengantisipasi munculnya kasus kekerasan. Tugas pencegahan ini diampu oleh psikolog," terangnya.