SIM Keliling Bantul Hari Ini, Cek Lokasi Favorit dan Kuota!
Jadwal SIM keliling Bantul Juni 2026 lengkap lokasi, jam layanan, syarat, dan biaya perpanjangan SIM A dan C.
Cuaca ekstrem diprediksi masih melanda hingga Februari.
Harianjogja.com, SLEMAN--Dalam beberapa hari ke depan, angin kencang masih akan melanda wilayah DIY. Warga diminta mewaspadai adanya pembentukan awan Cumulonimbus (Cb). Hingga awal Februari, fenomena angin kencang dan gelombang masih cukup tinggi.
Kepala Kelompok Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jogja Djoko Budiyono menjelaskan, adanya peningkatan kecepatan angin saat ini terutama di bagian Selatan Jogja disebabkan beberapa hal. Salah satunya dikarenakan adanya perbedaan tekanan udara yang cukup besar antara bagian utara equator (Laut Cina Selatan) yang bertekanan tinggi. Terutama pada permukaan laut (mean sea level pressure) sekitar 1018 hPa, sedangkan tekanan udara di selatan equator, Australia l mencapai 990 hPa. "Perbedaan selisih yang cukup besar itu memicu pergerakan angin yang masuk wilayah Indonesia menjadi lebih besar. Termasuk di DIY," jelasnya kepada Harianjogja.com, Senin (29/1/2018).
Kencangnya angin, lanjut Djoko, diperkuat dengan munculnya beberapa tekanan rendah di Samudera Hindia atau Selatan Jawa sehingga kisaran Australia juga memicu kecepatan angin di Selatan Jawa termasuk DIY menjadi lebih besar. Kecepatan angin di Selatan Jawa, pesisir selatan Jogja bahkan mencapai 15- 25 knot atau 27-46 km perjam. "Ini masuk kategori tinggi," jelasnya.
Dampak angin yang tinggi itu memicu tinggi gelombang berkisar 2.5-4 meter. Kondisi ini, katanya, perlu diwaspadai selama periode puncak musim hujan hingga pertengahan Februari di mana kecepatan angin khususnya di bagian Selatan Jawa masih cukup signifikan.
Hal lain yang masih perlu diwaspadai adalah peluang terjadi hujan yang masih intensif. Mengingat pola angin serta suhu muka laut yang hangat mendukung terjadinya hujan dengan intensitas sedang-lebat. Masyarakat juga perlu mewaspadai adalah hujan yang diakibatkan oleh awan cumulonimbus. "Saat ini jenis awan ini banyak terbentuk. Ciri awan ini kalau hujan skalanya lokal, periodenya singkat namun dampaknya cukup besar seperti hujan lebat yang disertai petir, angin kencang ataupun puting beliung," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal SIM keliling Bantul Juni 2026 lengkap lokasi, jam layanan, syarat, dan biaya perpanjangan SIM A dan C.
Kulonprogo tidak menggelar event besar saat libur sekolah 2026 karena efisiensi anggaran. Dispar hanya fokus kegiatan kecil di Pantai Congot dan sport tourism.
Suporter Brasil di Piala Dunia 2026 memilih tidak memasangkan atribut tim ke Patung Rocky karena khawatir terkena mitos kutukan Rocky.
Rahadian M Saputra meminta maaf setelah viral mengenakan kebaya dalam Kirab Malam 1 Suro Mangkunegaran. Ia mengakui kesalahan dan berjanji tidak mengulanginya.
Moto3 akan memakai mesin 689cc Yamaha mulai 2028. Regulasi baru memangkas biaya tim, mengakhiri era KTM-Honda, dan mendekatkan performa ke Moto2.
Penggunaan Alprazolam di Sleman meningkat signifikan sepanjang 2025. Dinkes menyoroti dugaan doctor shopping dan memperketat pengawasan resep psikotropika.