BMKG Ingatkan Warga Jogja Waspadai Awan Cumulonimbus

30 Januari 2018 06:40 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Cuaca ekstrem diprediksi masih melanda hingga Februari.

Harianjogja.com, SLEMAN--Dalam beberapa hari ke depan, angin kencang masih akan melanda wilayah DIY. Warga diminta mewaspadai adanya pembentukan awan Cumulonimbus (Cb). Hingga awal Februari, fenomena angin kencang dan gelombang masih cukup tinggi.

Kepala Kelompok Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jogja Djoko Budiyono  menjelaskan, adanya peningkatan kecepatan angin saat ini terutama di bagian Selatan Jogja disebabkan beberapa hal. Salah satunya dikarenakan adanya perbedaan tekanan udara yang cukup besar antara bagian utara equator (Laut Cina Selatan) yang bertekanan tinggi. Terutama pada permukaan laut (mean sea level pressure) sekitar 1018 hPa, sedangkan tekanan udara di selatan equator, Australia l mencapai 990 hPa. "Perbedaan selisih yang cukup besar itu memicu pergerakan angin yang masuk wilayah Indonesia menjadi lebih besar. Termasuk di DIY," jelasnya kepada Harianjogja.com, Senin (29/1/2018).

Kencangnya angin, lanjut Djoko, diperkuat dengan munculnya  beberapa tekanan rendah di Samudera Hindia atau Selatan Jawa sehingga kisaran Australia  juga memicu kecepatan angin di Selatan Jawa termasuk DIY  menjadi lebih besar. Kecepatan angin  di Selatan Jawa,  pesisir selatan Jogja bahkan mencapai 15- 25 knot  atau 27-46 km perjam. "Ini masuk kategori tinggi," jelasnya.

Dampak angin yang tinggi itu memicu tinggi gelombang berkisar 2.5-4 meter. Kondisi ini, katanya, perlu diwaspadai selama periode puncak musim hujan hingga pertengahan Februari di mana kecepatan angin khususnya di bagian Selatan Jawa masih cukup signifikan.

Hal lain yang masih perlu diwaspadai adalah peluang terjadi hujan yang masih intensif. Mengingat pola angin serta suhu muka laut yang hangat mendukung terjadinya hujan dengan intensitas  sedang-lebat. Masyarakat juga perlu mewaspadai adalah hujan yang diakibatkan oleh awan cumulonimbus. "Saat ini    jenis awan ini banyak terbentuk. Ciri awan ini kalau hujan skalanya lokal, periodenya singkat namun dampaknya cukup besar seperti hujan lebat yang disertai petir, angin kencang ataupun puting beliung," katanya.