Kemarau Panjang 2026, PDAM Sleman Pastikan Pasokan Air Tetap Aman
Kemarau panjang 2026 mulai menurunkan debit air di sejumlah wilayah Sleman. PDAM Tirta Sembada memastikan distribusi air ke 45.993 pelanggan tetap stabil.
Banyak faktor yang mempengaruhi perilaku tersebut
Harianjogja.com, SLEMAN-Aksi kekerasan yang melibatkan anak di bawah umur tidak semata-mata dipengaruhi faktor lingkungan. Kekurangan perhatian dan kasih sayang dari orang tua juga menjadi penyebabnya.
Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan, kenakalan remaja yang banyak dilakukan oleh pelajar tidak hanya dipengaruhi oleh lingkungan sekolah saja. Banyak faktor yang mempengaruhi perilaku tersebut. "Orang tua dan perkembangan teknologi informasi ikut andil dalam masalah ini," katanya dalam kegiatan Sarasehan HUT SMAN 1 Ngaglik, Jumat (2/2/2018).
Sri menjelaskan, tidak sedikit orang tua yang merasa cukup memenuhi kebutuhan anak sebatas materiil saja. Orang tua lebih sibuk mencari uang dibandingkan menemani anaknya. Hal tersebut dinilai berdampak negatif kepada anak.
Anak-anak merasa kekurangan kasih sayang dan perhatian sehingga mencari jati diri di tempat lain. "Kondisi ini sangat mudah tergabung ke dalam kumpulan-kumpulan atau masuk ke pergaulan yang mengarah kepada hal-hal yang tidak baik,” kata Sri.
Selain faktor orang tua dan sekolah, dia juga menyebut perkembangan teknlogi informasi memiliki dampak negatif. Seringkali informasi negatif yang tersebar memicu munculnya kenakalan remaja. Menurutnya, banyak sisi positif yang bisa didapat dari perkembangan teknologi informasi akan tetapi perlu peran orang tua, dalam hal ini mengawasi para anak dalam mengakses informasi.
Pemkab, kata Sri menyiapkan berbagai program melibatkan Kepolisian dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban dengan kegiatan sweeping.
Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0732 Sleman, Mayor Inf Y Totok menyampaikan, sweeping akan dilakukan secara sinergi bersama Polres Sleman dan Satpol PP serta instansi terkait. Penertiban ke sekolah-sekolah, misalnya, bersinergi dengan Dinas Pendidikan. "Kegiatan sweeping ini terkait dengan kelengkapan kendaraan bermotor pada pelajar," kata Totok.
Menurutnya, masalah pelajar yang menggunakan sepeda motor ini jarang diperhatikan. Padahal masalah itu dapat memicu pelajar lainnya untuk melakukan hal yang sama. "Ini harus diperhatikan untuk meminimalkan gangguan keamanan dan ketertiban," usulnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau panjang 2026 mulai menurunkan debit air di sejumlah wilayah Sleman. PDAM Tirta Sembada memastikan distribusi air ke 45.993 pelanggan tetap stabil.
Sopir truk kecelakaan maut di Mojosongo Solo ditangkap di Boyolali. Polisi masih memeriksa pengemudi untuk proses penyidikan.
Kompetisi Seri A Askab PSSI Sleman 2026 diikuti delapan tim dan menjadi bagian persiapan sepak bola Sleman menuju Porda XVIII DIY 2027.
Harga pangan nasional 23 September 2026, cabai rawit merah Rp89.500/kg dan telur ayam Rp30.200/kg. Cek harga beras, daging, gula, dan minyak.
Wamenaker Afriansyah Noor mengingatkan calon pekerja migran memilih jalur resmi dan menguasai bahasa asing sebelum bekerja ke luar negeri.
Bitcoin sempat menembus US$87.200. Simak faktor pendorong penguatan dan imbauan bagi investor menghadapi volatilitas pasar kripto.