Kuota Transmigrasi untuk Warga Sleman Tahun Ini Bertambah

20 Februari 2018 11:40 WIB Irwan A Syambudi Sleman Share :

Transmigran akan mulai diberangkatkan pada September.

Harianjogja.com, SLEMAN--Setelah sebelumnya Kabupaten Sleman pada 2017 hanya mendapatkan kuota transmigrasi untuk enam kepala keluarga (KK). Pada tahun ini kuota peserta transmigrasi mengalami kenaikan yakni sebanyak 25 KK.

Sekretaris Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Sleman, Sutiasih mengatakan kuota transmigrasi untuk Sleman kembali naik. Setelah pada 2016 mendapatkan kuota 25 KK, menurun pada 2017 menjadi enam KK, kini kembali naik menjadi 25 KK.  "Kalau di 2017, kuota 48 KK di DIY. Terbanyak dari Kabupaten Kulonprogo dengan asusmsi ada longsor dan imbas dari bandara. Kami dari Sleman cuma enam KK. Tapi kalau sekarang sudah naik lagi," kata dia saat ditemui di kantornya, Senin (19/2/2018).

Lanjutnya lagi untuk 25 kuota yang didapatkan oleh Sleman tahun ini lokasinya tersebar di sejumlah kabupaten. Adapun persebaran tujuan transmigrasi tahun ini adalah di Kabupaten Bulungan, Kalimantar Utara dengan kuota 15 KK; Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat dengan kuota empat KK; Kabupaten Paser, Kalimantan Timur kuota tiga KK; dan Kabupaten Morowali Sulawesi Tengah dengan kuota tiga KK.

Untuk sejumlah kabupaten, seperti di Kabupaten Bulungan, Pemkab Sleman akan melakukan sharing anggaran untuk program transmigrasi. "Sharing yang dimaksud dana APBD Sleman yang dihibahkan ke Kabupten lain yang sedang pemekaran dan ada program penempatan transmigrasi. Itu untuk membantu pembangunan infrastruktur dan lain-lain," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Transmigrasi Disnaker Sleman, Yuni Kristiningsih mengtakan untuk menjaring peserta transmigrasi pihaknya gencar melakukan sosialisasi. Saking gencarnya sudah beberapa kabupaten tujuan, seperti di Kabupaten Sijunjung yang kuotanya sudah terpenuhi pada awal tahun ini.

Namun demikian, sejumlah pendaftar masih akan dilakukan seleksi. Peserta diharuskan memenuhi syarat untuk mengikuti transmigrasi. Syarat pertama warga harus memiliki KTP Sleman dengan usia maksimal 50 tahun dan harus berkeluarga. Selain persyaratan itu, mereka juga harus menjalani tes wawancara.

“Kalau  2017 lalu terdapat 30 KK yang mendaftar dan mengikuti seleksi. Tapi karena di Kulonprogo ada satu KK yang tidak memenuhi kemudian ditawarkan ke Sleman, jadi total memberangkatkan tujuh, waktu itu," ujarnya.

Untuk tahun ini setelah seluruh peserta memenuhi syarat maka akan langsung diberangkatkan. Untuk pemberangkatan pertama adalah pada September, kemudian terakhir pada Desember. "Di sana [lokasi transmigrasi] kalau dekat dengan kota dapat lahan seluas 1,5 hektare. Kalau jauh dari kota dua hektare," katanya.