Hari Jadi Gunungkidul ke-196, Gayeng Guyub dan Tentrem Atine
Hari Jadi Gunungkidul ke-196 mengusung tema Gayeng Guyub, Waras Ragane, Tentrem Atine dengan pesan kebersamaan dan kemandirian daerah.
Tabrakan dua motor, seorang pembonceng meninggal dunia.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Kecelakaan yang melibatkan dua kendaraan bermotor terjadi di ruas Jalan Dengok-Ngunut, Kecamatan Playen, Jumat (23/2/2018) siang. Akibatnya seorang pembonceng bernama Paijem, 66, warga Kepek I, Banyusoco, Playen meninggal dunia karena luka serius di bagian kepala.
Kecelakaan dua pesepeda motor ini bermula saat motor AB 2317 EW yang dikendarai Hermawan berboncengan Paijem melaju dari arah Dengok menuju Ngunut. Sesampainya di lokasi kejadian, tepatnya di Dusun Dengok II, Desa Dengok, Playen, Hermawan akan mendahului sepeda motor Honda Astrea Grand yang dikendarai Ngadimin, warga Desa Bleberan, Playen.
Saat akan menyalib, Hermawan tidak menyadari jika Ngadimin sudah memberikan lampu isyarat akan menyeberang ke kanan sehingga kecelakaan tak dapat dihindarkan. Akibatnya, dua pengendara motor dan satu pembonceng ini tersungkur. Nahasnya, luka serius dialami oleh Paijem hingga nyawanya tidak tertolong.
Kepala Polsek Playen AKP Yusuf Tianotak membenarkan adanya kecelakaan yang melibatkan dua pengendara motor. Dari peristiwa ini, salah seorang pembonceng bernama Paijem meninggal dunia karena luka serius di bagian kepala. “Korban sempat dilarikan ke puskesmas, tapi nyawa Paijem tidak dapat ditolong,” katanya kepada wartawan, Jumat kemarin.
Menurut Yusuf, tabrakan ini tak hanya mengakibatkan korban tewas. Namun pengendara motor atas nama Hermawan mengalami patah tulang. “Untuk korban patah tulang sudah dibawa ke rumah sakit guna mendapatkan pertolongan,” ungkapnya.
Menurut dia, kecelakaan ini terjadi karena kelalaian pengendara yang lalai melihat kondisi sekitar. Oleh karenanya, Yusuf berharap agar masyarakat untuk berhati-hati lagi saat berkendara sehingga kejadian yang sama tidak terulang kembali.
“Harus terus berhati-hati. Namun yang paling penting saat berkendara harus menaati segala aturan dalam tata tertib berlalulintas,” kata mantan Kapolsek Tepus ini.
Imbauan untuk terus menaati tata tertib berlalulintas juga disuarakan oleh Kasubag Humas Polres Gunungkidul Iptu Ngadino. Menurut dia, keselamatan di jalan raya bukan suatu kebetulan sehingga butuh partisipasi masyarakat, salah satunya dengan menaati segala peraturan yang ada.
“Yang paling penting dalam berkendara harus mengetahui kondisi kendaraan dan menggunakan alat pengaman diri. Selain itu, harus berhati-hati dan menaati peraturan yang berlaku,” kata Ngadino.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hari Jadi Gunungkidul ke-196 mengusung tema Gayeng Guyub, Waras Ragane, Tentrem Atine dengan pesan kebersamaan dan kemandirian daerah.
Arab Saudi mengecam serangan Houthi terhadap fasilitas sipil dan situs suci serta menegaskan hak membela wilayah dan kedaulatan.
PIHPS mencatat harga cabai rawit merah Rp114.000 per kg dan telur ayam ras Rp31.550 per kg pada 6 Oktober 2026.
Pembangunan RTH eks Parkir Abu Bakar Ali dimulai dan ditargetkan rampung Desember 2026 dengan konsep perpaduan hutan dan taman kota.
Ledakan di Ruko San Antonio, Pakuwon City, Surabaya, menyebabkan lima orang terluka dan sedikitnya 20 bangunan mengalami kerusakan.
Redaksi kembali menghadirkan rangkuman Top Ten News Harianjogja.com edisi Selasa (6/10/2026) yang merangkum isu paling hangat dan strategis.