Pelaku Klithih Berasal dari Keluarga yang Tak Harmonis, Jogja Perlu Perda Ketahanan Keluarga

26 Februari 2018 22:55 WIB I Ketut Sawitra Mustika Jogja Share :

DPRD Jogja sedang mempersiapkan Perda Ketahanan Keluarga

Harianjogja.com, JOGJA--Sekretaris Komisi C DPRD DIY Suwardi mengatakan perlunya pendekatan secara komprehensif untuk mengatasi aksi kekerasan remaja atau klithih.

Baca juga : http://m.harianjogja.com/?p=888050">Pelaku Klithih Godean Dikenal Nakal, Masa Kecil Sering Melihat Orang Tuanya Berantem

Sebagai salah satu upaya, legislator juga sedang mempersiapkan Perda Ketahanan Keluarga sebagi solusi.

Wardi, begitu ia biasa dipanggil, mengaku mendengar info bahwa remaja pelaku klithih berasal dari keluarga-keluarga yang tidak harmonis. Oleh karena itulah dinilai penting adanya aturan guna memperkuat ketahanan keluarga.

"Sesungguhnya kekuatan masyarakat berasal dari keluarga sebagai unit terkecil. Sehingga harus diwujudkan keluarga yang tahan dari berbagai permasalahan. Ini untuk menunjukkan sikap pemerintah kepada masyarakat. Artinya tidak hanya rapat koordinasi tapi harus bisa turun," ucapnya melalui sambungan telepon, Senin (26/2/2018).

Kekerasan oleh pelajar remaja di DIY memang belum menampakkan tanda-tanda akan berakhir. Terbaru, pelajar salah satu SMP di Kasihan, Bantul diserang tiga remaja tak dikenal pada Sabtu (24/2/2018) siang.

Korban diserang dengan gir kendaraan yang diikat dengan tali yang dibawa oleh salah satu pelaku. Terus terjadinya klithih pun ikut membuat Wakil Gubernur DIY Paku Alam mengaku sedih.

Wardi menjelaskan, Raperda Ketahanan Keluarga akan menyasar berbagai aspek karena sumber masalah klithih cukup kompleks, seperti ekonomi, kelirunya pergaulan dan keluarga broken home.

"Dari sisi itu harus dicari akar dan solusi yang benar. Lembaga formal dan non formal di masyarakat harus dilibatkan," tutup Wardi. Baca juga : http://m.harianjogja.com/?p=888030">Keluarga Pelaku Klithih Godean Pernah Diusir Warga karena Kakak Beradik Berkelahi dengan Pedang