Warsito Ditemukan Selamat Setelah 74 Jam

26 Februari 2018 12:20 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Hilangnya Warsito bukan kejadian pertama di bungker Kaliadem

Harianjogja.com, SLEMAN-Pencarian Warsito, warga Paten, Tridadi, Sleman yang hilang di kawasan wisata Kaliadem pada Kamis (22/2/2018) berakhir. Survivor ditemukan Minggu (25/2/2018) sekitar pukul 13.18 WIB tidak jauh dari pos dua jalur pendakian, Paseban Labuhan.

Penemuan survivor tersebut tidak disangka-sangka. Pasalnya lokasi di sekitar penemuan sudah disusuri oleh sejumlah SRU (Search and Rescue Unit) baik dihari penemuan maupun sebelumnya. Bahkan SRU yang dikirim sejak Sabtu (24/2/2018) mendirikan perkemahan di lokasi tersebut. Survivor ditemukan setelah 74 jam dinyatakan hilang sejak Kamis (22/2/2018) pukul 11.00 WIB.

Ketua Ops Posko Operasi (SMC) Endro Sembodo menjelaskan, SRU yang menemukan merupakan SRU 10. Saat itu tim ini naik untuk mencari survivor secara tiba-tiba menemukan survivor dalam kondisi hidup. "Lokasi ditemukannya tidak jauh dari pos dua jalur pendakian. Sekitar 10 sampai 20 meter dari pos 2 Pendakian," katanya kepada Hariajogja.com, di Posko Pencarian ITO, Minggu.

Setelah mendapat informasi dari SRU 10 terkait penemuan survivor, posko kemudian mengirimkan delapan personel tim rescue untuk penjemputan di pos satu jalur pendakian. Selain membawa tandu, tabung oksigen juga disiapkan. Hal itu dilakukan untuk perawatan pertama bagi survivor.

Sulitnya medan menyebabkan proses evakuasi berlangsung lama. Awalnya, evakuasi survivor selesai pukul 16.00 WIB, tetapi karena kondisi jalur evakuasi yang sulit dan keadaan survivor yang belum fit rencana penyerahan survivor molor hingga pukul 19.00 WIB.

Di tengah-tengah proses evakuasi, seorang relawan dilarikan ke RS Panti Nugroho karena kelelahan. Dia dievakuasi menggubakan ambulan BPBD Sleman. Media dilarang mengambil gambar untuk menjaga psikologis para relawan.

"Tim secara estafet menurunkan survivor sejak dari pos dua, pos satu jalur pendakian hingga ke Posko," katanya.

Jika kondisi normal jarak antara Posko pertigaan Kinahrejo hingga ditemukannya survivor sekitar 2,5 jam perjalanan. Akibat kondisi di lokasi yang tidak bersahabat, proses evakuasi molor hingga enam jam. Saat ditemukan, selain kondisi lemas survivor juga dalam kondisi tanpa alas kaki.

Endro menjelaskan, pencarian survivor pada Minggu (25/2/2018) melibatkan delapan SRU dengan pencarian seluas 8,5 km persegi wilayah kaki Gunung Merapi. Ada sekitar 170 personil yang diterjunkan sejak Jumat lalu. Mereka dibagi beberapa SRU untuk mencari korban. "Tiga SRU standby di atas dengan perbekalan yang cukup," ujarnya.

Selain kondisi saat ditemukan hujan ringan, jalur pendakian tersebut cukup menguras tenaga. Jalur evakuasi licin karena hujan dan di sekitar lokasi kabut pekat juga turun. "Meski tidak ada bebatuan, tapi naik turun. Cukup sulit dan berat juga," kata Kepala Desa Kepuharjo Cangkringan Heri Suprapto di Posko.

Dia menyebut, sejak erupsi Merapi hingga saat ini sudah ada dua kasus orang hilang secara misterius di kawasan tersebut. Selain Warsito, ada remaja putri warga Jambu yang juga pernah hilang selama 10 hari. Korban ditemukan di wilayah Glagaharjo. "Kejadiannya tiga tahun lalu. Semuanya selamat. Ini di luar kasus orang Rusia yang sempat menghilang," katanya.

Setelah tim rescue tiba di Posko, survivor langsung diserahkan kepada Kapolsek Cangkringan AKP Sutarman sebagai perwakilan dari pemerintah. Selanjutnya survivor langsung dievakuasi ke RS Panti Nugroho Pakem. "Ini sesuai prosedur dari BPBD jika tim rescue dan survivor mengalami hal yang tak diinginkan di bawa ke rumah sakit tersebut," ujarnya.

Bupati Sleman Sri Purnomo juga langsung mendatangi Posko untuk menerima penjemputan survivor. Dia didampingi oleh Kapolsek Cangkringan AKP Sutarman, Kades Umbulharjo Suyatmi dan Kades Kepuharjo Heri Suprapto ikut menerima penyerahan survivor dari tim rescue.

Sri mengatakan, peristiwa hilangnya wisatawan di kawasan wisata Kaliadem tidak memengaruhi tingkat kunjungan wisatawan. "Wisatawan yang datang masih tinggi. Peristiwa ini tidak berpengaruh terhadap wisatawan," katanya.