Jogja Mulai Rasakan Kelebihan Kamar Hotel

06 Maret 2018 05:40 WIB Holy Kartika Nurwigati Jogja Share :

Low season dan semakin maraknya jumlah hotel menyebabkan kamar over supply.

Harianjogja.com, JOGJA--Tingkat hunian kamar hotel di DIY pada Januari 2018, mengalami penurunan yang signifikan dibandingkan Desember 2107. Banyaknya hotel sehingga memberi andil pada kelebihan suplai kamar, diklaim menjadi salah satu penyebabnya.

"Kondisi kamar di Jogja ini masih over supply. Di samping itu, keberadaan infrastruktur masih terbatas, salah satunya keterbatasan bandara saat ini," ujar Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Istidjab M Danunagoro kepada Harianjogja.com, Senin (5/3).

Pada awal tahun, setelah perayaan Tahun Baru, perhotelan di DIY memasuki masa low season. Istidjab mengungkapkan umumnya, di masa low season ini, banyak bergantung pada penyelenggaraan MICE. Akan tetapi, dia mengatakan, saat ini pasar MICE juga belum berjalan optimal.

"Terutama MICE dari pemerintahan yang belum terlihat, karena mungkin masih dalam pembahasan anggaran," kata Istidjab.

Sementara itu, badan Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat tingkat hunian kamar hotel pada Januaru mengalami penurunan sebesar 19,22% untuk hotel bintang dan nonbintang turun seebsar 17,46%. Menurut Kepala BPS DIY JB Priyono, rerata tingkat hunian kamar hotel bintang di Jogja hanya mencapai 52,94% dan untuk nonbintang hanya 21,85%.

"Bulan Desember lalu, tingkat hunian hotel bintang mencapai 72,16 persen. Sedangkan Januari, turunnya cukup lumayan. Penurunan paling rendah yakni pada hotel binang satu dan paling tinggi pada hotel bintang empat," papar Priyono.

Sedangkan pada hotel nonbintang dan usaha akomodasi lainnya, secara rata-rata tingkat hunian pada Januari 2018 hanya sebesar 21,85%. Priyono memaparkan hampir seluruh kelompok kamar mengalami penurunan okupansi.

"Penurunan okupansi hotel nonbintang terbesar terjadi pada kelompok kamar lebih dari 40 kamar," imbuh Priyono.