Longsor di Lokasi Penambangan Merapi, 1 Tewas

19 Maret 2018 18:31 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Aktivitas penambangan pasir di Lereng Merapi kembali memakan korban

Harianjogja.com, SLEMAN- Aktivitas penambangan pasir di Lereng Merapi kembali memakan korban. Satu orang tewas dan satu orang lainnya luka-luka.

Winarno, warga Kepuh, Kepuharjo, Cangkringan meregang nyawa karena terkubur reruntuhan tebing pasir setinggi 11 meter. Lokasi penambangan pasir tersebut berada di Tambang Tangkisan, Umbulharjo, Cangkringan. Nyawa buruh harian lepas ini tidak dapat tertolong meski sudah dilarikan ke rumah sakit.

Selain Winarno, korban lainnya Maryadi warga Tangkisan, Umbulharjo, Cangkringan, juga sempat terjebak material tambang. Beruntung nyawa Maryadi berhasil diselamatkan. Ia hanya mengalami luka di beberapa bagian tubuhnya.

"Saat ini korban sedang dirawat di rumah sakit. Yang meninggal warga saya, sudah dimakamkan," kata Kepala Desa Kepuharjo Cangkringan Heri Suprapto, Senin (19/3/2018).

Dia menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.45 WIB. Awalnya, korban bersama-sama dengan penambang pasir lainnya melakukan aktivitas penambangan seperti biasanya. Mereka memulai aktivitas penambangan mulai pukul 07.00 WIB. Diduga karena tebing penambangan pasir di sekitar lokasi tidak stabil kemudian terjadi longsor.

Naas, Winarno tidak sempat menyelamatkan diri saat tebing longsor. Alhasil, ribuan kubik material pasir menimpa tubuhnya. Kejadian tersebut diketahui oleh penambang lainnya, Kirun warga Tangkisan, Umbulharjo. Saksi kemudian melaporan peristiwa longsornya tebing pasir tersebut kepada Anggota SAR DIY Unit Cangkringan di Pos Aju.

"Selanjutnya Tim SAR melakukan proses evakuasi dan pengangkatan korban hingga pukul 11.00 WIB. Korban kemudian di bawa ke RS Panti Nugroho," katanya.

Kapolsek Cangkringan AKP Sutarman membenarkan peristiwa tersebut. Untuk penyelidikan lebih lanjut, pihak kepolisian saat ini memberikan police line di area reruntuhan tambang pasir. Lokasi penambangan tersebut untuk sementara ditutup. Dia berharap agar aktivitas penambang dilakukan secara hati-hati. "Yang pasti untuk smentara waktu kami beri garis polisi dulu," katanya.