Hotel Terus Tumbuh, Penyerapan Produk Lokal Meningkat

21 Maret 2018 07:20 WIB Salsabila Annisa Azmi Jogja Share :

Penyerapan produk lokal dalam pemesanan properti hotel bertambah seiring dengan pertumbuhan homestay dan hotel low budget

Harianjogja.com, JOGJA - Penyerapan produk lokal dalam pemesanan properti hotel bertambah seiring dengan pertumbuhan homestay dan hotel low budget. Namun untuk hotel berbintang prosentasenya dinilai masih sangat kecil.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Istidjab Danunagoro, mengatakan seiring dengan berkembangnya homestay dan hotel low budget, penyerapan produk lokal telah diserap sebesar 30%.

"Mulai ada perkembangan penyerapan produk lokal. Rata-rata yang menyerap hotel low budget dan homestay, atau hotel baru yang berusia kurang dari empat tahun," kata Istidjab kepada Harianjogja.com, Selasa (20/3/2018).

Istidjab mengatakan untuk hotel-hotel lama pun juga sudah menyerap produk lokal, namun menurutnya prosentase masih sangat kecil. Diperkirakan serapan produk lokal di hotel berbintang diperkirakan meningkat beberapa bulan lagi pada masa renovasi.

"Kalau hotel lama yang usianya lebih dari 10 tahun, masih ada setengahnya tidak menyerap produk lokal. Mungkin ketika fase renovasi akan menyerap produk lokal untuk penggantian hiasan," kata Istidjab.

Ketua DPD Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) DIY, Timbul Raharjo, mengatakan serapan produk lokal oleh hotel mayoritas dilakukan oleh hotel-hotel di Bantul. Sedangkan saat Jiffina berlangsung, penyerapan produk lokal oleh Hotel Project dinilai cukup tinggi.

"Permintaan produk lokal khususnya mebel, hiasan-hiasan dinding, cukup tinggi. Terutama salah satu hotel dari Solo membuat penyerapan sangat signifikan," kata Timbul.

Timbul mengatakan banyak pihak homestay atau hotel low budget dari Bantul yang menyerap produk lokal saat pameran. Rata-rata adalah hotel baru di Bantul. Mereka menganggap produk lokal jauh lebih murah dan bisa menekan biaya pendirian hotel.

Sementara itu sekitar 25% buyer mancanegara juga melakukan transaksi saat Jiffina. Timbul mengatakan sisanya merupakan Project Hotel dan perorangan.