Kasus Kekerasan Anak di Gunungkidul Capai 50 hingga Juli
Kasus kekerasan anak di Gunungkidul mencapai 50 kasus hingga Juli 2026. Dinas Sosial P3A memperkuat upaya pencegahan di masyarakat dan sekolah.
Petani bawang merah. (Harian Jogja/David Kurniawan)
Harianjogja.com, BANTUL-Petani bawang merah di Desa Srigading, Kecamatan Sanden belum bisa menikmati naiknya harga bawang merah di pasaran. Pasalnya, hingga sekarang proses penanaman masih berlangsung sehingga belum bisa dipanen.
Salah seorang petani bawang merah, Muji Sutrisno mengakui harga bawang merah sedang bagus karena ada kenaikan harga. Namun, kenaikan tersebut belum bisa dirasakan petani karena tanaman bawang merah belum bisa dipanen.
"Ya mau bagaimana lagi, wong tanamannya masih muda jadi tidak mungkin dipanen," kata Muji kepada Harianjogja.com, Selasa (3/4/2018).
Menurut dia, tanaman bawang merah yang ditanam masih berusia 1,5 bulan. Perkembangan bulir-bulir bawang sudah mulai membesar, tetapi masih butuh waktu sekitar satu bulan lagi agar bisa dipanen. "Mudah-mudahan harganya tetap tinggi sehingga petani bisa mendapatkan untung," ujarnya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Ngatijan, petani bawang merah lainnya di Desa Srigading. Menurut dia, naiknya harga bawang merah tak lantas membuat petani senang karena belum bisa ikut menikmati kenaikan tersebut.
"Kami belum bisa menjual karena tanaman bawang merah masih dalam masa pemeliharaan dan belum bisa dipanen," kata Ngatijan.
Dia pun mengaku hanya bisa menunggu hingga tanaman bawang merah dewasa dan siap dipanen. "Tidak mungkin kami panen sekarang karena belum waktunya. Jadi yang bisa kami lakukan hanya bersabar hingga bawang merah siap panen karena jika dipetik sekarang juga Tidak ada nilai jualnya karena masih kecil-kecil," ungkapnya.
Untuk diketahui harga bawang merah saat ini mulai merangkak naik. Biasanya harga komoditas ini dijual Rp20.000 per kilogram, tapi sekarang naik Rp5.000 menjadi Rp25.000 per kilogram.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus kekerasan anak di Gunungkidul mencapai 50 kasus hingga Juli 2026. Dinas Sosial P3A memperkuat upaya pencegahan di masyarakat dan sekolah.
Pemkot Semarang menginstruksikan OPD dan warga siaga penuh menghadapi kemarau ekstrem 2026 untuk mencegah kebakaran dan gangguan kesehatan.
Distribusi Minyakita melalui BUMN mencapai 50,16%, namun harga rata-rata nasional masih berada di atas HET Rp15.700 per liter.
PDIP Kota Yogyakarta menanam 300 pohon, menggelar simulasi bencana, dan pelayanan kesehatan lansia saat pelantikan pengurus.
Samsung Galaxy Watch Ultra2 hadir dengan fitur kesehatan berbasis AI untuk trail running, diving, dan pemantauan kebugaran harian.
Fenomena upwelling di Waduk Kedung Ombo Boyolali menyebabkan 10 ton ikan mati dan kerugian petani KJA mencapai Rp247 juta.