Pemkab Gunungkidul Yakin Perda Tata Ruang Wilayah Terbit Sebelum 7 Oktober
Pemkab Gunungkidul yakin Perda RTRW segera terbit sebelum 7 Oktober untuk mendorong pemerataan pembangunan antarwilayah.
Petani bawang merah. (Harian Jogja/David Kurniawan)
Harianjogja.com, BANTUL-Petani bawang merah di Desa Srigading, Kecamatan Sanden belum bisa menikmati naiknya harga bawang merah di pasaran. Pasalnya, hingga sekarang proses penanaman masih berlangsung sehingga belum bisa dipanen.
Salah seorang petani bawang merah, Muji Sutrisno mengakui harga bawang merah sedang bagus karena ada kenaikan harga. Namun, kenaikan tersebut belum bisa dirasakan petani karena tanaman bawang merah belum bisa dipanen.
"Ya mau bagaimana lagi, wong tanamannya masih muda jadi tidak mungkin dipanen," kata Muji kepada Harianjogja.com, Selasa (3/4/2018).
Menurut dia, tanaman bawang merah yang ditanam masih berusia 1,5 bulan. Perkembangan bulir-bulir bawang sudah mulai membesar, tetapi masih butuh waktu sekitar satu bulan lagi agar bisa dipanen. "Mudah-mudahan harganya tetap tinggi sehingga petani bisa mendapatkan untung," ujarnya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Ngatijan, petani bawang merah lainnya di Desa Srigading. Menurut dia, naiknya harga bawang merah tak lantas membuat petani senang karena belum bisa ikut menikmati kenaikan tersebut.
"Kami belum bisa menjual karena tanaman bawang merah masih dalam masa pemeliharaan dan belum bisa dipanen," kata Ngatijan.
Dia pun mengaku hanya bisa menunggu hingga tanaman bawang merah dewasa dan siap dipanen. "Tidak mungkin kami panen sekarang karena belum waktunya. Jadi yang bisa kami lakukan hanya bersabar hingga bawang merah siap panen karena jika dipetik sekarang juga Tidak ada nilai jualnya karena masih kecil-kecil," ungkapnya.
Untuk diketahui harga bawang merah saat ini mulai merangkak naik. Biasanya harga komoditas ini dijual Rp20.000 per kilogram, tapi sekarang naik Rp5.000 menjadi Rp25.000 per kilogram.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul yakin Perda RTRW segera terbit sebelum 7 Oktober untuk mendorong pemerataan pembangunan antarwilayah.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 27 September 2026 dari Palur menuju Jogja/Tugu tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 27 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
DPRD Gunungkidul menegaskan Perubahan APBD 2026 harus berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar besarnya anggaran.
HP mulai bermasalah? Kenali tanda pada layar, baterai, dan suhu sebelum memutuskan mengganti perangkat.
Bangun siang bisa memengaruhi ritme sirkadian, jadwal tidur, konsentrasi, suasana hati, hingga rutinitas harian. Ini 13 dampaknya.