Makanan Produksi 2016 Masih Dijual di Pasar Jombokan

Sejumlah petugas memeriksa produk yang dijual pedagang di Pasar Jombokan, Desa Tawangsari, Kecamatan Pengasih, Jumat (25/5 - 2018). Harian Jogja/Uli Febriarni
25 Mei 2018 14:15 WIB Uli Febriarni Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Razia gabungan dalam rangka pengawasan pangan digelar Pemkab Kulonprogo di Pasar Jombokan, Desa Tawangsari, Kecamatan Pengasih, Jumat (25/5/2018). Dalam operasi yang digelar, petugas menemukan puluhan makanan dan minuman kedaluwarsa yang masih dijual oleh sejumlah pedagang.

Aksi yang digelar setiap Ramadan dan menjelang Idulfitri 2018 itu melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Kesehatan, Dinas Perdagangan, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Pertanian dan Pangan Pemkab Kulonprogo.

Kepala Seksi Penyidikan dan Penindakan Satpol PP Kulonprogo, Qumarul Hadi, menjelaskan dalam aksi itu petugas menyita puluhan jenis makanan serta minuman yang masih dijual dalam kondisi kemasan rusak dan kedaluwarsa. Pada tubuh kemasan tertera tahun kedaluwarsa mulai 2016 hingga Januari 2018. Sejumlah makanan dan minuman lainnya ditemukan dengan keterangan tanggal kedaluwarsa sudah hilang. "Ada minuman energi, larutan penyegar, makanan ringan, dan kue basah yang sudah berjamur," katanya, Jumat.

Ia menambahkan, razia juga dilakukan kepada para pedagang jamu tradisional. Petugas menemukan jamu asam urat yang belum terdaftar di BBPOM, sehingga langsung disita, dan sebagian di antaranya langsung dimusnahkan di tempat. Razia yang akan terus dilakukan hingga H-1 menjelang Idulfitri ini dilaksanakan sebagai bentuk penegakan dua undang-undang, yaitu Undang-Undang Pangan dan Undang-Undang Perlindungan Konsumen.

Salah seorang pedagang, Herjani, mengaku kurang teliti dalam menjajakan dagangannya. Ketika sales datang, ia tidak mengecek tanggal kedaluwarsa produk yang diantarkan. "Dagangan yang kedaluwarsa ditaruh di tumpukan bawah," katanya.