Update Kasus Daycare Jogja, Puluhan Anak Alami Gangguan Tumbuh Kembang
Dinkes Jogja temukan 30 anak daycare alami gangguan gizi dan tumbuh kembang. Penanganan terapi dan pemulihan sedang dilakukan.
Warga Gunungketur mengikuti sosialisasi program Mas Jos di Kelurahan Gunungketur pada Agustus 2025. – dok Kelurahan Gunungketur)
Harianjogja.com, JOGJA—Program Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas Jos) di Kelurahan Gunungketur, Pakualaman, Jogja, dinilai berhasil mendorong warga mengelola sampah organik dan anorganik secara mandiri melalui berbagai inovasi lokal.
Lurah Gunungketur, Sunarni, menegaskan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam mengurangi timbulan sampah di wilayah setempat. Menurutnya, permasalahan sampah tidak dapat diselesaikan Pemkot Jogja sendiri, melainkan memerlukan peran serta masyarakat untuk ikut menekan produksi sampah.
Selama ini, menurut Sunarni, masyarakat Gunungketur telah mengolah sampah organik dan anorganik dengan menggunakan berbagai metode dalam Mas Jos, antara lain pemilahan, pengolahan sampah organik secara mandiri, dan pengolahan sampah anorganik melalui bank sampah.
"Masyarakat di sini sudah memanfaatkan lubang biopori dan ember tumpuk untuk mengolah sampah masing-masing sehingga hasilnya bisa digunakan sebagai pupuk organik," katanya, Senin (3/11/2025).
Pengolahan sampah menggunakan bank sampah telah dilakukan secara rutin. Warga secara berkala menyetorkan sampah anorganik seperti kertas bekas, kardus, ember, plastik, dan berbagai jenis sampah lainnya ke bank sampah. Ia menilai keberadaan bank sampah mampu menurunkan volume sampah yang dibuang ke depo sampah.
Dia menilai program Mas Jos mampu meningkatkan pengelolaan sampah yang dilakukan warga setempat. Ia pun mengaku semakin banyak masyarakat Gunungketur yang berpartisipasi dalam pengolahan sampah anorganik melalui bank sampah.
Dia menambahkan, setelah beberapa bulan berjalan, pihaknya telah melakukan pemantauan dan evaluasi secara rutin terhadap pengolahan sampah menggunakan program tersebut. Dari pemantauan itu, pihaknya memastikan pengolahan sampah melalui program Mas Jos telah dilakukan oleh sebagian besar masyarakat Gunungketur.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat Gunungketur untuk terus mengelola sampah menggunakan berbagai program pengolahan yang ada.
"Harapannya, warga tidak hanya memahami konsep pengelolaan sampah, tetapi juga menerapkannya dalam kegiatan sehari-hari," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Jogja temukan 30 anak daycare alami gangguan gizi dan tumbuh kembang. Penanganan terapi dan pemulihan sedang dilakukan.
BGN akan menangguhkan SPPG tanpa Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi. Kebijakan ini demi menjaga kualitas Program Makan Bergizi Gratis.
Serangan Israel ke Lebanon kembali meningkat. Puluhan wilayah dihantam, korban tewas bertambah. Simak perkembangan terbaru konflik Timur Tengah.
Kesbangpol DIY menyelenggarakan pendidikan politik perempuan di Wates, Kabupaten Kulonprogo, Rabu (13/5/2026). Pendidikan ini ditujukan untuk mendorong kaum Haw
Prabowo ungkap Rp49 triliun uang tak terurus di bank akan masuk negara. Dana diduga terkait koruptor dan siap dimanfaatkan untuk rakyat.
Komet C/2025 R3 PANSTARRS muncul di 2026 dan tak kembali selama 170.000 tahun. Fenomena langka yang simpan sejarah Tata Surya.