Investasi Gunungkidul Rp394 Miliar Mei 2026, Industri Jadi Primadona
Investasi Gunungkidul hingga Mei 2026 mencapai Rp394 miliar atau 45,9 persen dari target tahunan. Sektor industri menjadi penyumbang investasi terbesar.
Ilustrasi pengelolaan sampah/JIBI
Harianjogja.com, BANTUL--Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul memiliki tugas berat untuk mencapai program Bantul Bersih 2019. Kendala yang dihadapi saat ini dukungan sarana prasarana yang kurang dan tingkat kesadaran masyarakat untuk membuang sampah di tempatnya dinilai masih minim.
Kepala DLH Bantul Masharun Ghazalie mengatakan program Bantul Bersih 2019 merupakan wujud dari program pemerintah yang menargetkan Indonesia bebas sampah 2020. Menurut dia, tidak mudah untuk mencapai target ini karena butuh partisipasi dari semua pihak agar program dapat terlaksana tepat waktu.
“Kami tidak bisa sendirian karena harus ada partisipasi masyarakat maupun dari pihak swasta,” kata Masharun kepada wartawan, akhir pekan lalu.
Menurut dia, upaya mewujudkan Bantul Bersih 2019 sudah dimulai sejak tahun lalu dengan membentuk kelompok kerja Bantul Bersih. Tak tanggung-tanggung dalam pokja ini terdapat 270 orang yang terlibat untuk mewujudkan program tersebut. “Inti dari program Bantul Bersih adalah mewujudkan kawasan yang bersih serta bebas sampah dengan cara membuang di tempatnya,” ucapnya.
Masharun mengakui tidak mudah untuk mewujudkan program ini, sebab dari sarana prasarana masih butuh penambahan fasilitas. Dia mencontohkan untuk petugas kebersihan, DLH masih kekurangan personel. Hal yang sama juga terlihat dari keberadaan bak sampah. Dari kajian yang dilakukan, guna mewujudkan Bantul Bersih dibutuhkan 4.800 titik untuk lokasi tempat sampah.
“Untuk bak sampah yang dibutuhkan tinggal kalikan lima, sebab di setiap titik idealnya ada lima tong yang disesuaikan dengan jenis sampah yang dibuang,” katanya.
Sayangnya, dari jumlah kebutuhan ini, hingga saat ini Pemkab baru menyediakan tong sampah di 1.200 lokasi. Masharun mengakui hingga tahun depan masih membutuhkan tambahan sekitar 3.600 tempat untuk dilengkapi dengan bak sampah.
“Mudah-mudahan tahun ini bisa nambah 1.200 titik lagi, sedang untuk tahun depan bisa menambah jumlah yang sama sehingga bisa sesuai dengan kajian yang dilakukan. Guna mewujudkan hal ini, kami juga butuh partisipasi dari swasta,” ucapnya.
Permasalahan mewujudkan Bantul Bersih semakin pelik karena tingkat kesadaran masyarakat untuk membuang sampah di tempatnya masih kurang. “Kami sudah melakukan beberapa kali inspeksi mendadak dan hasilnya masih ada warga yang membuang sampah sembarangan. Jika kondisi seperti ini terus berlanjut, target Bantul Bersih 2019 sulit dicapai,” kata Masharun.
Bupati Bantul Suharsono mengatakan gerakan Bantul Bersih 2019 harus dilaksanakan secara bersama-sama. Salah satunya dengan meningkatan partisipasi masyarakat dalam upaya kebersihan lingkungan. “Seluruh elemen harus bergerak untuk mewujudkan Bantul bebas sampah,” katanya.
Menurut dia, program untuk mendukung Bantul Bebas Sampah seperti gerakan kebersihan di perkantoran setiap Jumat, di sekolah setiap Sabtu dan di lingkungan masyarakat setiap Minggu harus dijalankan. “Saya yakin kalau semua ikut berpartisipasi maka upaya mewujudkan program bebas sampah dapat direalisasikan,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Investasi Gunungkidul hingga Mei 2026 mencapai Rp394 miliar atau 45,9 persen dari target tahunan. Sektor industri menjadi penyumbang investasi terbesar.
Wisata wellness dinilai membuka peluang baru bagi industri kulit DIY. Pelaku usaha didorong menjual pengalaman, bukan sekadar produk, untuk menarik wisatawan.
KPK mengungkap rekening PPPK dan office boy diduga dipakai menampung uang korupsi kasus pengadaan di Muara Enim. Barang bukti Rp1,9 miliar disita.
APKLI Bantul memastikan pembangunan joging trek Lapangan Paseban tidak menggusur PKL. Pedagang tetap mendapat ruang usaha setelah proyek rampung.
Harga BBM bp Indonesia naik mulai 10 Juni 2026. BP 92 kini Rp16.670 per liter, sementara Pertamax naik menjadi Rp16.250 per liter.
Pemkab Kulonprogo berharap kolaborasi dengan sponsor swasta terus berlanjut untuk mendukung event wisata, olahraga, seni budaya, dan UMKM.