RSPS Bantul Raih ISO 27001:2022, Perkuat Keamanan Data Pasien
Sertifikasi ISO 27001:2022 ini menjadi bukti keseriusan RSUD Panembahan Senopati Bantul dalam memberikan layanan yang aman dan profesional
Sri Sultan hamengku Buwono X-Gubernur DI.Yogyakarta. /Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, BANTUL- Gubernur DIY Sri Sultan HB X belum lama ini menyepakati sejumlah proyek pembangunan dengan Pemerintah Pusat.
Pertama, Sultan mengatakan telah mengizinkan pembangunan jalan tol Jogja-Solo. Sultan mengizinkan karena jalan tol yang akan dibangun tersebut elevated atau melayang sehingga tidak ada pembebasan lahan.
Sultan awalnya keberatan dengan dengan pembangunan jalan tol yang masuk proyek strategis nasional tersebut karena ada pembebasan lahan di kawasan Prambanan, karena kawasan tersebut masih banyak situs yang belum teridentifikasi.
Selain itu pembebasan lahan juga akan membutuhkan biaya besar. "Pilihan yang diambil yang sudah kami sepakati dengan pemerintah pusat di atas Ring Road. Dari Ring Road utara akan lewat Jalan Jogja-Solo, di atasnya ada jembatan untuk tol. Jadi jalan bertingkat," kata Sultan saat syawalan bersama aparatur sipil negara (ASN) dan warga Bantul di Komplek Parasamya, Senin (25/6/2018).
Selain tol Jogja-Solo, Sultan juga mengizinkan pembangunan tol Bawen-Jogja yang melintasi Borobudur. Jalan tol sepanjang sekitar 70 kilometer tersebut untuk bagian DIY tetap melayang. Sultan mengatakan nantinya melayang di atas selokan mataram untuk menyambung ke Jalan Riangroad Barat tepatnya di utara Simpang Empat Demak Ijo.
Sultan menambahkan selain menyepakati pembangunan tol dengan pemerintah pusat, pihaknya juga menyepakati pembangunan jalan outer Ring Road untuk mengatasi kepadatan arus lalu lintas di kawasan kota. Proes pembebasan lahan untuk jalur Outer Ring Road sudah dimulai tahun ini.
Sementara dari Sentolo Kulonprogo ke utara sampai Muntilan nantinya akan ada empat jalur. Sultan menilai dengan adanya Outer Ring Road tersebut DIY tidak lagi membutuhkan jalan tol, terlebih tol darat karena akan merugikan masyarakat sekitar yang dilintasi tol.
"Kami keberatan kalau ada tol menyamping dari Kulonprogo sampai kota karena akan menutup akses masyarakat untuk mengembangkan potensinya," papar Sultan yang disambut tepuk tangan ASN dan warga yang hadir.
Meski Jalan Godean yang saat in padat, imbuh Sultan dirasa cukup diurai dengan Outer Ringroad, karena bisa mematikan aktivitas perekonomian seperti pasar, toko, klontong dan sebagainya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPR RI hormati putusan MK yang menetapkan Pilkada tetap dipilih langsung oleh rakyat dan siap menindaklanjuti secara yuridis.
Realisasi pajak Sleman capai Rp611 miliar hingga Juni 2026. PBB-P2 tertinggi, pajak tambang masih rendah.
KPI 2026 resmi ditutup di Sleman dengan Janji Publik dan penguatan kolaborasi daerah untuk membangun pendidikan yang inklusif.
KPK menahan Direktur PT MSA Fika Nur Alawi dalam kasus suap Bupati Muara Enim. Kasus berkembang hingga dugaan pengondisian audit BPK.
Pemerintah targetkan 16.557 sekolah terakses internet pada 2026. Digitalisasi pendidikan dipercepat, fokus wilayah 3T.