Krisis Air Bersih Melanda 17 Kapanewon Gunungkidul, 5.100 Tangki Disiapkan
Gunungkidul mendapat tambahan anggaran untuk 5.100 tangki air bersih. Bantuan disalurkan hingga November karena krisis air masih terjadi.
Ilustrasi./Solopos-Nicolous Irawan
Harianjogja.com, BANTUL -- Kekerasan terhadap sopir ojek online terjadi di wilayah Banguntapan, Bantul, Selasa (17/7/2018) pagi. Akibat pemukulan itu, Junianto Effendi, 25, warga Depok, Sleman mengalami luka di pelipis.
Kasus pemukulan ini sudah dilaporkan ke Satreskrim Polres Bantul dan hingga sekarang masih dalam penyelidikan. Kepada wartawan, Junianto mengaku dipukul oleh penumpang yang mabuk.
Awalnya, dia mendapatkan order untuk menjemput penumpang di kawasan Senturan, Depok, Sleman. Setelah itu, ia mengantarkan dua penumpang menuju ke Jalan Gedongkuning, Banguntapan, Bantul. “Salah satu penumpang yang saya bawa dalam keadaan mabuk,” katanya, kemarin.
Menurut dia, peristiwa pemukulan terjadi karena penumpang tidak mau turun. Padahal, sambung Junianto, keduanya sudah diantar sesuai dengan order yang dilakukan. “Saya bilang sudah, sampai tapi penumpang yang mabuk tidak mau turun dan ingin diantar ke tempat yang lain,” tuturnya.
Mendapati permintaan ini, Junianto pun menjelaskan agar penumpang turun terlebih dahulu, kemudian melakukan order sekali lagi. Namun, pejelasan tersebut tidak diterima karena penumpang malah menjadi emosi dan membanting pintu mobil sangat keras.
“Sempat terjadi keributan karena pelaku berkata-kata kotor hingga akhirnya saya dipukul di pelipis bagian kanan. “Saya pun melaporkan kejadian ini ke Polres Bantul,” katanya lagi.
Sementara itu, Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Bantul AKP Rudy Prabowo membenarkan adanya laporan terkait dengan pemukulan sopir ojek online di Banguntapan. Menurut dia, kasus ini masih dalam penyelidikan untuk mengungkap pelaku kekerasan tersebut. “Masih kami dalami,” katanya.
Mantan Kasatreskrim Polres Gunungkidul ini menambahkan untuk pengungkapan, petugas telah memeriksa dan meminta keterangan kepada korban menyangkut kronologi penganiayaan. “Keterangan dari korban kami jadikan dasar untuk pengungkapan kasus,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul mendapat tambahan anggaran untuk 5.100 tangki air bersih. Bantuan disalurkan hingga November karena krisis air masih terjadi.
DLH Kulonprogo mendorong pengelola SPPG menguji limbah dapur MBG di laboratorium setelah muncul keluhan warga soal pencemaran.
Harga rumah di Jogja makin sulit dijangkau. REI DIY menyoroti kenaikan harga tanah dan material bangunan yang mencapai sekitar 25%.
Suahasil Nazara resmi menjadi Menkeu menggantikan Purbaya. Keberlanjutan pembiayaan Kopdes menghadapi jatuh tempo Rp40 triliun.
Sebanyak 189.473 warga Sleman menerima MBG hingga 16 September 2026. Belum ada sekolah yang dicoret dari daftar penerima.
Kutu kebul menyerang 2.000 batang melon petani di Banguntapan, Bantul. Tanaman gagal panen dan menyebabkan kerugian jutaan rupiah.