Advertisement
GKR Hemas Galau Lihat Kondisi Malioboro
GKR Hemas - twitter @HemasGKR
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA- Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari daerah pemilihan (dapil) DIY GKR Hemas mengeluhkan rendahnya kesadaran masyarakat dan wisatawan di Malioboro dalam membuang sampah pada tempatnya. Jika sampah dibuang secara sembarangan terus menerus, maka drainase akan mampet dan meluap, karena itu harus ada saringan.
"Drainase itu penting ya, karena drainase itu supaya jalannya air lancar. Terlebih selama ini banyak orang yang belum punya kesadaran membuang sampah di tempatnya, jadi saya takutnya kalau masuk di dalam drainase [air akan meluap]. drainase yang zaman Belanda itu kan besar, berati harus ada saringannya gitu," kata Hemas saat meninjau jalur pedestrian Malioboro, Rabu (18/7/2018).
Advertisement
Terkait dengan rendahnya kesadaran wisatawan membuang sampah di tempatnya, Hemas menyarankan harus ada petugas yang selalu siap sedia mengawasi pergerakan para turis, minimal selama 12 jam. Mereka harus selalu mengingatkan wisatawan jika hendak buang sampah sembarangan.
Selain wisatawan, Pedagang Kaki Lima (PKL) di Malioboro juga harus turut menjaga kebersihan. Aturan yang selama ini ditetapkan, harus diikuti dengan baik oleh PKL. "Akhir tahun ini, dengan selesainya penataan sisi barat, Malioboro harus jadi lebih nyaman."
BACA JUGA
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUP-ESDM) DIY M. Mansur mengungkapkan, drainase di Malioboro sudah dilengkapi dengan penyaring. Dulu ia mengakui, sampah-sampah memang langsung masuk pada saluran air. Tapi, saat ini kondisinya sudah berbeda.
"Sekarang itu ampas-ampasnya tidak langsung ke overflow. Ada manhole untuk menyaring endapan-endapan atau sisa makanan yang dibuang PKL. Kalau sudah penuh nanti diambil lagi supaya tidak menghambat saluran," jelas Mansur.
Perkara adanya genangan air di jalan Malioboro saat hujan lebat turun, Mansur mengatakan itu hal biasa. Sebab, jika intensitas hujan tinggi, saluran pasti akan penuh. Meskipun ada genangan, ia mengklaim durasinya tidak lama dan akan kembali surut setelah hujan reda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
BPS Wanti-wanti Produksi Beras Turun Awal 2026, Ini Peyebabnya
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Dari Kelompok Tani, Sekar Arum Ubah Sampah Jadi Prestasi di Jogja
- Jadwal Terbaru KRL Jogja Solo 1 April 2026, Pagi hingga Malam
- Larangan Parkir Bus Senopati Picu Keresahan Juru Parkir
- Jadwal Terbaru KA Prameks Jogja-Kutoarjo, 1 April 2026
- Rumah Duka Dipenuhi Karangan Bunga, Pemulangan Praka Farizal Disiapkan
Advertisement
Advertisement








