Jadwal Terbaru KRL Jogja-Solo Minggu 9 Agustus 2026 dan Tarifnya
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 9 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dengan tarif Rp8.000. Cek jadwal tiap stasiun di sini.
Peluncuran buku bertajuk GKR Hemas Menguatkan Kewenangan DPD RI: Mewujudkan Otonomi Daerah Menuju Indonesia Emas 2045 yang dilaunching di Kampus UIN Sunan Kalijaga, Kamis (30/10/2025). /Istimewa-Pemda DIY.
Harianjogja.com, JOGJA—Wakil Ketua DPD RI Gustu Kanjeng Ratu (GKR) Hemas mendorong penguatan lembaga DPD RI dalam mendukung otonomi daerah. Pemikiran permaisuri Sri Sultan HB X itu dituangkan melalui buku bertajuk GKR Hemas Menguatkan Kewenangan DPD RI: Mewujudkan Otonomi Daerah Menuju Indonesia Emas 2045 yang dilaunching di Kampus UIN Sunan Kalijaga, Kamis (30/10/2025).
Buku ini berisi perjalanan panjang dan refleksi GKR Hemas sebagai Wakil Ketua DPD RI Bidang Otonomi Daerah, Politik, dan Hukum dalam memperjuangkan keadilan serta keseimbangan antara pemerintah pusat dan daerah
GKR Hemas menegaskan pentingnya penguatan DPD RI sebagai lembaga representasi daerah yang berperan strategis dalam mewujudkan pembangunan berkeadilan menuju Indonesia Emas 2045.
Buku tersebut bukan sekadar autobiografi, melainkan kumpulan pemikiran, pengalaman, dan refleksi perjuangannya selama di DPD RI dalam mengawal kepentingan daerah di tingkat nasional. Buku tersebut sebagai dokumentasi perjalanan dan semangat perjuangan menjaga marwah representasi daerah.
"Saya berharap buku ini menjadi inspirasi bagi semua pihak yang peduli terhadap masa depan otonomi daerah dan keadilan pembangunan,” kata Hemas sebagaimana rilis Pemda DIY, Kamis.
Ia menambahkan perjuangan memperkuat DPD RI membutuhkan konsistensi, keteguhan, dan komitmen kolektif agar lembaga tersebut menjadi penyeimbang dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. Hemas juga menyoroti otonomi daerah bukan sekadar pembagian kewenangan administratif, tetapi juga wujud kedaulatan rakyat di tingkat lokal.
Peluncuran buku di DIY memiliki makna simbolis karena keistimewaan DIY mencerminkan kearifan lokal dan keteladanan dalam membangun bangsa. "Kearifan lokal adalah fondasi kuat untuk membangun Indonesia yang berkeadilan dan berkelanjutan,” ucapnya.
Melalui peluncuran buku ini, GKR Hemas berharap semangat perjuangan DPD RI dan daerah tetap terjaga. Ia menegaskan jalan menuju Indonesia Emas 2045 harus dimulai dari daerah yang kuat, berdaya, dan berkeadilan, dengan DPD RI sebagai garda utama dalam memperjuangkannya.
Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin mengapresiasi atas karya tersebut. Karena bisa menjadi kontribusi intelektual dan moral yang penting dalam memperjuangkan eksistensi DPD RI di tengah dinamika politik nasional. Buku ini menjadi bukti bahwa perjuangan politik bisa lahir dari kejernihan berpikir dan ketulusan pengabdian. "Apa yang dilakukan GKR Hemas menjadi teladan moral bagi perjuangan daerah,” katanya.
Rektor UIN Sunan Kalijaga Profesor Noorhaidi Hasan menilai karya GKR Hemas berhasil menggambarkan dinamika peran DPD RI sejak reformasi hingga kini. Buku tersebut juga menegaskan pentingnya memperkuat hubungan antara pusat dan daerah dalam kerangka keadilan sosial.
“Buku ini menjadi sumbangan penting bagi pengembangan wacana otonomi daerah dan penguatan lembaga perwakilan di Indonesia,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 9 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dengan tarif Rp8.000. Cek jadwal tiap stasiun di sini.
Sensus Ekonomi 2026 BPS DIY dapat membantu pelaku usaha membaca potensi ekonomi, peluang pasar, dan investasi di berbagai wilayah.
OJK mengkaji dampak penutupan 833 dapur SPPG terhadap kredit perbankan, termasuk jumlah SPPG yang mendapat pembiayaan bank.
Pertamina mengungkap program streamlining anak usaha yang telah dilakukan pada semester I/2026 setelah mendapat arahan Presiden Prabowo.
KAI Daop 1 Jakarta menyiapkan 234.815 kursi KA Jarak Jauh selama libur HUT ke-81 RI, 13-18 Agustus 2026.
Bendera Merah Putih sepanjang 1 kilometer akan dibentangkan dalam Parade Kebangsaan di Jogja dengan lebih dari 2.000 peserta.