Terungkap, Hotel Sering Pekerjakan Mahasiswa Magang Tanpa Upah

Ilustrasi mahasiswa. - Harian Jogja/Desi Suryanto
23 Juli 2018 15:10 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Himpunan Lembaga Pendidikan Tinggi Pariwisata Indonesia (Hildiktipari) mengkritik banyaknya industri yang kurang menghargai mahasiswa S1 yang seringkali harus bekerja secara gratisan dengan alasan magang. Fakta itu banyak ditemukan terutama di sektor pariwisata.

Ketua Hildiktipari Suhendroyono mengatakan pihaknya menyayangkan masih ada industri pariwisata terutama bidang perhotelan yang menggunakan tenaga mahasiswa tanpa diberi upah.
Di satu sisi, Kementerian Pariwisata melegalkan industri pariwisata seperti perhotelan mengambil tenaga dari kalangan perguruan tinggi atau mahasiswa. Hildiktipari sebenarnya sudah berupaya mengomunikasikan persoalan tersebut, mengingat mempekerjakan dengan alasan magang artinya menyamakan tenaga mahasiswa dengan magang SMA atau SMK.

"Ada juga industri yang mengandalkan perguruan tinggi untuk dipakai tenaganya tanpa dibayar. Di Jogja hampir semua seperti itu, makanya Hildiktipari menentang, jangan seperti itu," kata dia di sela-selas Munas Hildiktipari di Stipram, Sabtu (21/7/2018).

Karena itulah saat ini banyak perguruan tinggi pariwisata yang lebih memilih melakukan magang pariwisata di luar negeri. Alasannya industri luar negeri lebih menghargai, mendapatkan ilmu secara utuh tetapi juga mendapatkan gaji dari industri.  Bahkan negara tertentu sekaligus memberikan biaya tiket pulang pergi.

"Terutama Tiongkok. Di sana mahasiswa magang diminta dua tahun tetapi terbentur imigrasi, visa hanya tiga bulan. Namun saat ini enam bulan boleh. Kami akan ajukan lagi untuk setahun," jelas dia.

Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kemenpar Rizki Handayani mengatakan pihaknya akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Hildiktpari untuk membahas berbagai persoalan hubungan antara perguruan tingi pariwisata dengan industri pariwisata. Kemenpar tetap mendorong agar perguruan tinggi memiliki peran utama dalam meningkatkan pariwisata di suatu daerah.

"Saya akan terima semua masukan dari perguruan tinggi pariwisata ini melalui Hildiktipari. Kami akan bikin forum lagi setelah ini [Munas Hildiktipari], tentu kami harapkan untuk kepentingan pariwisata nasional," kata dia.