HUT Ke-6 PDAB Tirtatama, Pelayanan Air Minum Regional Terus Diperkuat
enam tahun perjalanan perusahaan menjadi bukti bahwa sinergi lintas wilayah mampu menghadirkan pelayanan air minum yang andal bagi masyarakat Kartamantul
Gubernur DIY Sri Sultan HB X (tengah) bersama Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo (kanan)melepas ikan untuk menjaga ekosistem Sungai Code./ Ist
JOGJA - Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja mendorong program waste to energy yang diluncurkan Pemerintah Pusat. Program pengolahan sampah tersebut diharapkan mampu mengatasi permasalahan sampah di Kota Jogja.
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, menilai program Pemerintah Pusat yang mengubah sampah menjadi energi merupakan langkah yang baik untuk mengatasi permasalahan sampah yang ada.
Pemkot Jogja pun kesulitan dalam mengolah sampah secara mandiri lantaran keterbatasan lahan untuk pengolahan sampah. Karena itu, pengolahan sampah menjadi energi perlu dilakukan bekerjasama dengan kabupaten dan kota yang lain di DIY. “Itu program dari Pemerintah Pusat, sehingga kalau Kota Jogja mendukung, karena sudah ada informasi awal bahwa Kota Jogja, Sleman, dan Bantul supaya bergabung, kemudian sepakat untuk membangun tempat pengolahan sampah menjadi energi listrik," katanya, Senin (22/9).
Menurutnya, Pemkot Jogja bersama pemerintah daerah lain telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mendukung proyek tersebut. Meski begitu, realisasi program pengolahan sampah menjadi energi masih memerlukan waktu cukup panjang.
"Kami sudah sepakat, sudah tanda tangan MoU. Namun, semuanya butuh proses. Harus ditentukan dulu tempatnya, apakah di Bantul atau di Kulonprogo. Setelah itu untuk persiapan dan pembangunan butuh waktu kurang lebih dua tahun," katanya.
Ketika proyek ini berhasil, maka akan sangat membantu daerah dalam menyelesaikan persoalan persampahan secara berkelanjutan. Menurutnya, proyek tersebut akan berada di bawah koordinasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta Pemerintah Pusat.
Lantaran program tersebut belum terlaksana, Hasto mendorong masyarakat mengolah sampah dengan metode pengolahan sampah yang ada seperti Masyarakat Jogja Olah Sampah atau Mas Jos. Dalam program tersebut masyarakat diminta untuk memilah sampah organik dan anorganik, mengolah sampah organik, menyetorkan sampah anorganik ke bank sampah, menghabiskan makanan, dan menggunakan wadah untuk makanan. Berbagai metode pengolahan sampah tersebut, menurut Hasto, mampu mengurangi volume sampah yang diproduksi masyarakat.
Koordinasi
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja, Rajwan Taufiq, mengakui masih ada timbunan sampah di sejumlah depo di Kota Jogja selama beberapa hari terakhir. Jajarannya telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY untuk mengurangi timbunan sampah di depo. Meski begitu, diperlukan waktu untuk mengosongkan timbunan sampah tersebut. “Kami telah melakukan langkah-langkah koordinasi untuk mengurangi timbunan sampah yang ada,” katanya.
Rajwan mengaku timbunan sampah di depo masih terjadi lantaran kuota Kota Jogja untuk membuang sampah ke TPA Piyungan masih terbatas. Pihaknya pun mendorong masyarakat turut mengolah sampah untuk mengurangi timbunan sampah, antara lain menggunakan program Mas Jos. Menurutnya, metode tersebut dapat mengurangi volume sampah harian masyarakat.
Salah satu penggerobak di Kemantren Mantrijeron, Tri, menilai pengelolaan sampah yang dilakukan Pemkot Jogja belum optimal. Dia mengaku masih kesulitan untuk menyalurkan sampah dari rumah warga ketika depo ditutup. Untuk itu, Tri berharap Pemkot Jogja mempermudah penggerobak untuk menyalurkan sampah tersebut. “Depo jangan asal ditutup, karena kami juga berupaya untuk mengatasi permasalahan sampah,” katanya.
Sementara, Ketua Komisi C DPRD Kota Jogja, Bambang Seno Baskoro, menilai program pengolahan sampah menjadi energi akan terealisasi pada 2027. Program tersebut menggunakan anggaran dari Danantara. Selagi program belum berjalan, Pemkot Jogja perlu meningkatkan kemandirian pengelolaan sampah.
Seno menilai program Mas Jos dapat efektif mendorong masyarakat untuk mengolah sampah secara mandiri. Menurutnya, edukasi yang diberikan Pemkot Jogja dalam program tersebut dapat meningkatkan praktek pengelolaan sampah di masyarakat. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
enam tahun perjalanan perusahaan menjadi bukti bahwa sinergi lintas wilayah mampu menghadirkan pelayanan air minum yang andal bagi masyarakat Kartamantul
KPK mendalami temuan uang di rumah Plt Gubernur Riau dalam penyidikan kasus dugaan pemerasan di Pemprov Riau.
Toy Story 5 dikabarkan menembus pendapatan global lebih dari USD1 miliar dan menjadi salah satu film terlaris 2026. Kesuksesan ini memperpanjang rekor waralaba
Ibu dan dua anak di Wates, Kulonprogo, tertimpa pohon tumbang akibat angin kencang saat mengendarai sepeda motor. Ketiganya dilarikan ke RSUD Wates.
DPR AS melalui Jamie Raskin membuka penyelidikan terhadap FIFA dan hubungan Gianni Infantino dengan Presiden Donald Trump. FIFA diminta menyerahkan sejumlah dok
Job Fair Bantul 2026 akan digelar pada 6-7 Agustus di Stadion Sultan Agung. Sebanyak 15 perusahaan membuka sekitar 1.000 lowongan kerja dengan target 750 pencar