BENTROK SUPPORTER: Tanpa Atribut, Iqbal Nonton Derbi PSS vs PSIM sebagai Pencinta Sepakbola

Teman-teman almarhum Muhammad Iqbal Setyawan melakukan salat jenazah untuk almarhum di rumah duka RT 04 Dusun Balongan, Timbulharjo, Sewon Bantul, Jumat (27/7/2018). - Harian Jogja/Salsabila Annisa Azmi
27 Juli 2018 14:37 WIB Salsabila Annisa Azmi Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Keluarga almarhum Muhammad Iqbal Setyawan berharap setelah kejadian bentrok supporter yang membuat nyawa almarhum melayang, pemerintah kabupaten dan pihak kepolisian memperketat izin penyelenggaraan pertandingan di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul. Hal ini mengingat tragedi bentrok supporter sudah terjadi tiga kali dalam beberapa bulan.

Iqbal meninggal saat terjadi bentrok supporter PSS vs PSIM di Stadion Sultan Agung (SSA) pada Kamis (26/7/2018). Warga RT 04 Dusun Balongan, Timbulharjo, Sewon itu merupakan siswa SMK 1 Pleret Bantul.

Paman almarhum, Irfan Suryono, mengatakan keponakannya tidak menjagokan PSS maupun PSIM. Dalam pertandingan tersebut, Iqbal datang sebagai pecinta sepakbola.

"Dia itu netral enggak njago siapa-siapa. Dia hanya suka sepakbola sejak kecil, itu saja. Makanya ikut nonton," kata Irfan kepada Harianjogja.com, Jumat (27/7/2018), ditemui di rumah duka .

Irfan mengatakan kemungkinan keponakannya tersebut dicurigai sebagai salah satu supporter PSS. Pasalnya, almarhum tidak mengenakan pakaian atau atribut supporter manapun. Irfan berharap dirinya segera menemukan kebenaran apakah benar keponakannya dikeroyok sekumpulan orang yang dia belum tahu dari pihak mana.

"Dengan kejadian ini saya berharap pemerintah nantinya lebih mempertimbangkan penyelenggaraan pertandingan PSIM dan PSS di SSA. Karena sebelum ini sudah terjadi berulang kali kekacauan karena supporter bola, selalu meresahkan masyarakat dan selalu ada korban," kata Irfan.

Irfan mengatakan segenap keluarga almarhum berharap pelaku pengeroyokan keponakannya segera ditemukan. Keluarga juga berharap agar pelaku diberi hukuman yang setimpal.