Warga Jogokaryan Jogja Sepakat Makan Buah Sayur

Warga menbubuhkan tanda tangan sebagai tanda setuju dalam deklarasi Gerakan Masyarakat Cinta Sehat (Germacis) di RW 10 Jogokaryan, Mantrijeron, Kota Jogja, Minggu (5/8/2018). - Harian Jogja/Sunartono
05 Agustus 2018 16:10 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Prodi Kesehatan Masyarakat Universitas Respati Yogyakarta (Unriyo) menginisiasi Gerakan Masyarakat Cinta Sehat (Germacis) di RW 10 Kampung Jogokaryan, Mantrijeron, Kota Jogja.

Program itu dimulai dengan deklarasi seluruh warga RT 36 dan RT 38 dengan menyepakati empat poin aktivitas untuk menuju hidup sehat salah satunya sepakat untuk tidak merokok di dalam rumah, pada Minggu (5/8/2018) pagi.

Program Germacis ini diinisiasi oleh sejumlah dosen Prodi Kesmas Unriyo, antara lain, Heni Trisnowati, Utari Marlinawati dan Naomi Nisari. Kegiatan itu dimulai sejak Maret 2018 dengan melibatkan 20 mahasiswa di konsentrasi promosi kesehatan Unriyo. Melakukan deteksi dini terhadap penyakit tidak menular (PTM), seperti pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol dan berat badan.

"Dari 139 warga di RT 36 dan RT 38 yang kami periksa ada 82 orang atau 58,9 persen yang hipertensi dan 23 orang atau sekitar 16,5 persen beresiko terkena diabetes. Sebelumnya kami bersama tokoh masyarakat merumuskan program, sosialisasi dan implementasi program," kata Heni Trisnowati, Minggu (5/7/2018).

Atas dasar itulah, kata Heni, pihaknya mengajak warga untuk berdiskusi yang hasilnya mereka sepakat untuk mengupayakan pencegahan PTM dan kebiasaan merokok. Modal sosial yang kuat dimiliki masyarakat sehingga gerakan itu bisa terbentuk.

Kesepakatan itu terdiri atas empat poin yang kemudian menjadi isi dari deklarasi Germacis. Antara lain, rutin aktivitas fisik, rutin makan buah dan sayur, rutin cek kesehatan dan tidak merokok di pertemuan warga, di dalam rumah dan di dekat ibu atau anak. Pihaknya akan terus mendampingi warga agar konsisten sejumlah poin itu pascadeklarasi.

Ia sepakat terkait asap rokok harus dikendalikan karena membahayakan bagi orang tidak merokok terutama ibu dan anak. Apalagi masalah rokok sudah menjadi hal biasa di kalangan masyarakat. Namun ia salut dengan warga dua RT di Jogokaryan yang sepakat dengan poin tidak merokok tersebut.

"Biasanya kami mengikuti pertemuan bapak-bapak, mereka sudah mulai memahami, ketika pertemuan ada yang mematikan rokoknya karena lupa. Memang tidak mudah untuk berhenti merokok, kami sangat apresiasi warga sepakat dengan deklarasi ini," ujar dia.

Ketua RW 10 Jogokaryan, Mantrijeron Kota Jogja Eko Teguh Bagiyono mengapresiasi kegiatan Unriyo, karena dapat membuka kesadaran masyarakat untuk hidup sehat. Hasil pemerikan yang menunjukkan 58% warga dari dua RT terkena hipertensi menjadi parameter tersendiri bagi warganya agar tidak menyepelekan PTM.

Deklarasi tersebut merupakan kesepakatan warga hingga terdapat empat poin yang salah satunya untuk tidak merokok saat pertemuan warga, di dalam rumah atau di hadapan anak.
"Saya kira bisa [menerapkan empat poin kesepakatan], panduan buku Germacis yang diberikan juga sudah kami bagikan kepada pengurus RT, sehingga bisa disosialisasikan kepada warga," ucap dia.

Ia tidak menampik, PTM seringkali dihiraukan masyarakat, sendiri jika dibiarkan akan berbahaya bagi tubuh. Oleh karena itu, ia akan mendorong RT lain di wilayahnya untuk mengikuti Germacis secara perlahan. "Kami harapkan nanti tidak hanya RT36 dan RT38 saja tetapi berkembang di RT lain," kata Eko.