Bangun JJLS, Malah Menemukan Luweng

Kondisi luweng yang ada di Dusun Ngasem, Desa Tepus, Kecamatan Tepus, Jumat (7/9/2018). - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo
07 September 2018 15:20 WIB Herlambang Jati Kusumo Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sebuah luweng ditemukan saat proses pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) di Dusun Ngasem, Desa Tepus, Kecamatan Tepus, Gunungkidul. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan garis polisi dipasang di sekitar luweng tersebut.

Menurut salah satu pekerja di proyek JJLS tersebut, Ahmad, luweng tersebut pertama kali diketahui pada akhir Agustus kemarin saat proses pengerukan pegunungan. Pada awalnya para pekerja tidak mengaruh curiga pada tempat tersebut.

“Awalnya kan sudah ditentukan titik pengerjaan [proyek JJLS], namun saat aktivitas pengerukan itu ternyata ada luweng, jadi belum tahu ini kepastiannya bagaimana. Belum lama ini polisi juga sudah mengecek dan memasang garis polisi,” kata Ahmad, Jumat (7/9/2018).

Kondisi luweng yang ada di Dusun Ngasem, Desa Tepus, Kecamatan Tepus, Jumat (7/9/2018)./Harian Jogja-Herlambang Jati Kusumo

Ia menceritakan awal mula penemuan luweng itu saat coba mengeruk gunung yang tingginya sekitar delapan meter. Saat sampai pada kedalaman tiga meter, operator melihat seperti adanya alur aliran air di lempengan batu. Ketika coba dikeruk, tanah pun runtuh, lalu mulai terlihat luweng tersebut.

“Kedalaman luweng itu sekitar lima meter, saat dicek polisi, ada dua jalur yang seperti lorong mengarah ke utara sekitar 50 meter dan ke selatan belum diketahui karena lubangnya kecil. Namun untuk panjangnya kurang paham sepertinya puluhan meter. Akses masuknya susah karena sempit, tidak ada satu meter lebarnya,” ujar Ahmad.

Kondisi luweng yang ada di Dusun Ngasem, Desa Tepus, Kecamatan Tepus, Jumat (7/9/2018)./Harian Jogja-Herlambang Jati Kusumo