Wakil Indonesia Terpilih Jadi Wapres ICW, Ini Dia Orangnya

Ketua Kowani Giwo Rubianto Wiyogo yang terpilih sebagai Wakil Presiden ICW. - Harian Jogja/Sunartono
17 September 2018 06:20 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Ketua Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Giwo Rubianto Wiyogo terpilih sebagai Wakil Presiden Dewan Perempuan Internasional (ICW) dalam Sidang ICW ke-35 di Jogja, Sabtu (15/9). Giwo bertekad membuat jaringan internasional dalam memasarkan usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang dihasilkan para ibu-ibu rumah tangga di Indonesia.

Giwo menjadi salah satu dari lima Wakil Presiden ICW terpilih. Dari tujuh kandidat yang diajukan dalam pemungutan suara di Hotel Grand Inna Malioboro itu. Tujuh kandidat itu antara lain, Linda C. Liu dari Taiwan dengan perolehan 96 suara, disusul Doris Bingley dari Malta memperoleh 91 suara, Jamal Hermes Ghibril dari Libanon dengan 84 suara, Fatma Fatos Inal dari Turki memperoleh 69 suara dan Giwo Rubianto Wiyogo mendapatkan 62 suara.

Giwo mengatakan proses untuk menjadi wakil presiden melalui tahapan panjang mulai dari steering committee menjadi anggota dewan di ICW. Dengan dipilihnya Indonesia sebagai wakil presiden ICW maka akan memudahkan sinergi secara internasional dalam meningkatkan pemberdayaan perempuan Indonesia dan perlindungan anak.

"Sebagai ibu, wanita harus menjadi role model, panutan bagi generasi penerus agar berkarakter, berakhlak mulia, tangguh menghadapi tantangan ini diperlukan suatu kewajiban dari perempuan Indonesia," ucapnya di sela-sela sidang ICW, Sabtu.

Sinergi untuk meningkatkan peran perempuan dalam pembangunan Indonesia akan terus dilakukan melalui koordinasi secara internasional. Salah satunya pemberdayaan perempuan bidang ekonomi bisa bertukar informasi dalam meningkatkan kuantitas dan kualitas pelaku ekonomi perempuan.

Sehingga jaringan ekonomi perempuan diharapkan tidak dalam negeri saja namun juga di luar negeri. Apalagi banyak perempuan Indonesia yang tergabung dalam UKM maupun UMKM yang ke depan butuh jaringan untuk pemasaran di luar negeri.

"Kami akan menggelar pameran ICW yang diprakarsai oleh Indonesia yang melibatkan para wanita anggota ICW, sehingga dapat menampilkan produk dan produk Indonesia dapat tempat di pasaran dunia," kata dia.

Giwo mengakui sekitar dua pekan sebelum sidang digelar ada sekitar enam negara yang membatalkan datang karena alasan ada bencana gempa bumi di Lombok. Rencananya sidang itu dihadiri 50 negara, namun enam di antaranya membatalkan sehingga ada 44 negara yang hadir dalam sidang Dewan Perempuan Internasional itu.