Seberapa Sehatkah Warga Sleman?

Ilustrasi olahraga lari - Reuters
20 September 2018 05:17 WIB Fahmi Ahmad Burhan Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Dinas Pemuda Olahraga (Dispora) Sleman bekerjasama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga RI dan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta gelar tes kebugaran di Stadion Tridadi Sleman pada Rabu (19/9/2018). Tes kebugaran dilakukan untuk melihat Sport Development Index (SDI).

Kepala Dispora Sleman Agung Armawanta mengatakan tujuan dari kegiatan tersebut untuk mengukur indeks kebugaran warga Sleman. "Kegiatan tes kebugaran itu melibatkan 100 orang warga Sleman dari berbagai elemen dan profesi yang bukan atlet seperti anak-anak, remaja, dewasa, dan orang tua," kata Agung pada Rabu (19/9/2018).

Agung mengatakan tes kebugaran yang dilakukan yaitu dengan lari multi tahap. Jaraknya 20 meter sebagai sampel. Agung mengatakan hasil dari tes tersebut menjadi parameter dalam pembinaan olahraga yang bisa dikembangkan di Sleman.

Tim Teknis Kemenpora RI dari UNS Surakarta Aris Nugroho mengatakan SDI adalah salah satu metode untuk mengukur atau menilai tingkat kemajuan pembangunan olahraga di suatu daerah bahkan negara.

Empat indikator SDI antara lain tersedianya ruang publik untuk berolahraga, partisipasi masyarakat dalam berolahraga, SDM yang ada dalam bidang olahraga seperti pelatih, guru olah raga maupun instruktur, serta yang tingkat kebugaraan masyarakat.

"Tes kebugaran tidak hanya tes kardiovaskular saja tapi ada tes kekuatan, daya tahan kekuatan, kelentukan, fleksbilitas," kata Aris. Menurutnya, dalam tes kebugaran itu yang difokuskan adalah tes daya tahan kekuatan otot.

"Dominasi tingkat kebugaran ada di daya tahan kekuatan otot, karena ada kekuatan otot tungkai, otot jantung, dan otot paru-paru. Ini bisa menggambarkan seberapa besar kebugaran," ujar Aris.

Pengukuran SDI dilakukan di 34 kabupaten kota yang mewakili 34 provinsi. Nantinya, hasil tersebut akan dipakai sebagai bahan evaluasi bagi pembangunan olahraga.