BPBD Sleman Ajak Warga Siaga dan Bersiap Hadapi Bencana Alam

Sejumlah personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) Sleman mengikuti apel kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana , beberapa waktu lalu. Harian Jogja/Irwan A.Syambudi
25 September 2018 17:15 WIB Bernadheta Dian Saraswati Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman kembali menyelenggarakan kegiatan geladi lapang di Lapangan Desa Sendangagung, Kecamatan Mingir, Selasa (25/9/2018). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan peran serta masyarakat dalam penanggulangan serta persiapan menghadapi bencana alam.

Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Joko Supriyanto, menjelaskan kegiatan gEladi lapang ini merupakan langkah penyamaan persepsi dan mematangkan koordinasi antar instansi terkait dengan penanganan bencana yang ada di wilayah Sleman.

Menurutnya, dampak pergantian musim menciptakan potensi terjadi bencana angin kencang. Bencana angin kencang dapat terjadi kapan saja, di mana saja dan secara mendadak. "Dalam menyikapinya pada saat ini kami tidak lagi bersikap responsif namun sudah menuju preventif yaitu pengelolaan risiko bencana,” kata Joko, Selasa.

Sejumlah masyarakat ikut serta dalam kegiatan tersebut. Selain masyarakat, dalam geladi lapang ini juga pemerintah, sektor swasta, LSM, organisasi masyarakat dan kelompok yang lainnya ikut mendukung kegiatab.

“Kegiatan ini bisa menjadi contoh pentingnya persiapan menghadapi bencana sejak jauh hari. Melalui geladi ini kami berlatih untuk mengetahui tugas masing-masing dalam menghadapi bencana, sehingga tidak ada tumpang tindih atau saling lempar tanggung jawab saat ada kejadian di lapangan,” kata Joko. Dalam kegiatan tersebut BPBD Sleman juga mengukuhkan 40 orang menjadi tim Forum Penanggulangan Risiko Bencana (FPRB) Desa Sendangagung.