Puluhan Kendaraan Diduga Akan Diselundupkan ke Timor Leste

Razia kendaraan. - Harian Jogja/Desi Suryanto
26 September 2018 09:10 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Kepolisian Resor Bantul masih terus mendalami dugaan penyelundupan puluhan kendaraan berbagai merek ke luar negeri. Sudah ada 11 saksi yang diperiksa, namun belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka.

"Saksi yang sudah kami periksa ada sopir, pemilik gudang, dan pemilik alat angkut kendaraan. Belum sampai mengarah ke pelaku," kata Wakapolres Bantul, Kompol Ahmad Nanang Wibowo, dalam jumpa pers di Mapolres Bantul, Selasa (25/9/2018).

Nanang mengatakan puluhan kendaraan itu terdiri dari 24 kendraan roda dua, empat pikap, satu Avanza, dan dua unit truk. Semuanya tanpa plat nomor. Kendaraan-kendaraan itu diangkut dalam empat kontainer yang kemudian dicegat polisi di Jalan Imogiri Barat pada 30 Agustus lalu.

Ia mengatakan rencana pengiriman kendaraan tersebut tanpa dilengkapi dokumen kendaraan. Yang ada hanya surat tanda nomor kendaraan (STNK), sementara BPKB tidak ada. Kendaraan itu diperoleh dari Jogja dan luar Jogja. Polisi belum bisa memastikan apakah kendaraan tersebut hasil curian atau bukan.

Karena itu polisi juga mengimbau bagi masyarakat yang merasa kehilangan kendaraan roda empat dan roda dua supaya melapor ke Polres Bantul. "Kami masih membutuhkan waktu untuk penyelidikan kasus ini. Yang pasti fokus kami kendaraan ini tidak dilengkapi dokumen," kata Nanang.

Disinggung soal izin ekspor pengiriman kendaraan tersebut, Nanang mengaku masih mendalaminya. Namun dalam pemeriksaan sementara polisi menemukan bahwa izin ekspor perusahaan pengiriman kendaraan itu adalah ekspor furnitur atau mebel, bukan pengiriman kendaraan.

Polisi menduga pengiriman kendaraan tersebut sudah lebih dari satu kali. "Dari cara membawa kendaraan kalau memang legal harusnya terbuka," ujar Nanang.
 
Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Rudi Prabowo menambahkan empat kontainer berisi puluhan kendaraan itu diamankan di Jalan Imogiri Barat (bukan di Ringroad Selatan sekitar UMY seperti diberitakan sebelumnya). Sebelumnya ia mengatakan puluhan kendaraan itu diduga akan dikirim ke Timor Leste melalui Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.