Ironi Padukuhan Banyu di Gunungkidul, Masih Hadapi Krisis Air Bersih
Warga Padukuhan Banyu di Gunungkidul masih kesulitan air bersih meski ada sumur bor dan Spamdes, terutama saat musim kemarau.
Ratusan penonton saat menyaksikan Letto Band dalam puncak acara peringatan ulang tahun PGSP ke-3 di halaman PGSP di Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Jumat (28/9/2018)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, BANTUL-Parangtritis Geomaritime Science Park (PGSP) memperingati usia yang ketiga tahun ini. Di dalam peringatan, PGSP menggelar kegiatan bertajuk Sand Dunes Museum in Harmony, Jumat (28/9/2018).
Di dalam acara ini diisi berbagai kegiatan mulai dari jalan sehat yang melibatkan masyarakat sekitar, talkshow hingga konser musik dengan menghadirkan Letto Band. Diharapkan dengan kegiatan ini dapat mengenalkan keberadaan PGSP secara lebih luas.
Kepala Badan Informasi Geospasial, Hasanudin Z Abidin mengatakan, keberadaan PGSP hasil kerjasama yang melibatan BIG, UGM dan Pemkab Bantul. Sebelum direvitalisasi pada 11 September 2015 lalu, PGSP bernama Labortorium Geospasial Pesisir Parangtritis.
“Kita lakukan revitalisasi dengan visi utama menjadikan pusat layanan dan pengembangan informasi geospasial di bidang kepesisiran dan kemaritiman. Selain itu, keberadaan Museum Gumuk Pasir dijadikan sebagai lokasi wisata edukasi,” kata Hasanudin kepada wartawan, Jumat (28/9/2018).
Dia menjelasknan, peringatan ulang tahun ketiga PGSP bertema Sand Dunes Museum in Harmony. Acara ini diselenggarakan sebagai ruang berbaur secara harmoni antara mitra PGSP, baik dari anggota Barahmus, masyarakat di pesisir Parangtritis, pemkab hingga internal BIG.
“Untuk mencapai kesuksesan sesuai dengan cita-cita PGSP, tidak bisa dilakukan sendiri karena juga butuh peran dari masyarakat, insan permuseuman, akademisi dan pejabat publik sebagai pilar untuk menopang PGSP sebagai science park di DIY,” katanya.
Kepala PGSP, Nicky Setyawan mengatakan acara Sand Dunes Museum in Harmony berjalan dengan lancar mulai dari awal hingga penutupan dengan menghadirkan Letto Band. Menurut dia, masyarakat sekitar sangat antusias mengikuti acara untuk memperingati ulang tahun PGSP. “Kami senang karena acara ini juga sebagai upaya mendekatkan ke masyarakat,” kata Nicky.
Dia menjelaskan, keberadaan PGSP bukan semata-mata untuk kajian dan penilitan tentang kegeomaritiman dan gumuk pasir. Namun, keberadaannya juga sebagai wisata edukasi kepada masyarakat umum.
Meski demikian, lanjut dia, untuk tingkat kunjungan masih didominasi oleh akademisi atau pelajar yang ingin mengetahui tentang gumuk pasir dan geomaritim. “Kita ingin PGSP dikenal secara luas. Oleh karenanya, dengan kegiatan peringatan ulang tahun ini, masyarakat umum bisa lebih mengenal tentang fungsi dan peran dari PGSP,” tuturnya.
Menurut Nicky, kunjungan ke PGSP dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan signifikan. Sebagai gambaran di 2017 lalu, ada sekitar 11.500 pengunjung. Sedang di tahun ini, hingga pertengahan September kunjungan mencapai 11.200 orang.
“Memang kalau dibandingkan pengunjung pantai masih sangat kecil, tapi harapannya dengan perbaikan fasilitas serta adanya JJLS dapat makin mengenalkan PGSP ke masyarakat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Padukuhan Banyu di Gunungkidul masih kesulitan air bersih meski ada sumur bor dan Spamdes, terutama saat musim kemarau.
Pergeseran tren wisata global menuju wellness tourism dibahas dalam Stipram Creative Venture Fest 2026 di Yogyakarta.
Pemerintah memetakan kebutuhan SDM hilirisasi. Perguruan tinggi diminta menyiapkan lulusan yang sesuai kebutuhan industri strategis.
Kemendikdasmen mengungkap Indonesia masih membutuhkan 11.000 Guru Pendamping Khusus untuk mendukung pendidikan inklusi di sekolah.
Kemendag memberi masa transisi hingga 18 bulan bagi seller marketplace mengurus NIB sesuai Permendag Nomor 19 Tahun 2026.
Hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) pada 22 Juni 2026, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memutuskan untuk menetapkan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) sebesar 3,75%