Berantas Rentenir, BUMDes Siap Tampung Hasil Panen Petani

Ilustrasi Panen padi - JIBI
18 Oktober 2018 21:15 WIB Uli Febriarni Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Binangun Jati Unggul Desa Jatirejo, Kecamatan Lendah, menampung padi hasil panen petani dengan harga di atas harga yang ditetapkan tengkulak. Hal itu dilakukan untuk mencegah petani terjerat rentenir.

Direktur BUMDes Binangun Jati Unggul, Tristi Sintawati, mengatakan pada awalnya usaha yang dijalankan BUMDes hanyalah jasa keuangan. Namun dalam perkembangannya regulasi yang ada telah berubah menjadi perumdes dan terakhir menjadi BUMDes. Perubahan regulasi itu mendorong BUMDes membangun varian usaha yaitu merambah ke jasa perdagangan dan produksi pertanian.

"Dulu para petani banyak yang terjerat rentenir untuk mengakses modal. Begitu juga sistem penjualan produk pertanian juga dikuasai oleh tengkulak dengan sistem ijon," katanya di sela-sela Sosialisasi dan Mewujudkan Kerja Sama PT Mitra BUMDes Nusantara dengan BUMdes di Balai Desa Jatirejo, Kamis (18/10/2018).

Ia menambahkan lewat layanan terbaru ini petani bisa meminjam modal untuk menanam. Ketika petani ingin menjual hasil panen, BUMDes akan menampungnya dan memastikan akan membeli gabah petani dengan harga di atas yang ditawarkan oleh para tengkulak. Selanjutnya, beras yang dibeli dari petani diolah. Setelah kering dan digiling, beras dikemas dengan merek Beras Jati Unggul dan kemudian dipasarkan, baik melalui tomira maupun di beberapa warung. "Lewat usaha ini, setiap tahun BUMDes mampu menyetorkan keuntungan diatas Rp100 juta kepada desa," ucapnya.

Ketua Forum BUMDes Kulonprogo, Ariesti Heru Fiastuti, mengatakan seluruh desa di Kulonprogo telah memiliki BUMDes. Hanya saja tidak semuanya bisa berkembang dan menambah unit jasa. Dalam acara sosialisasi itu, dilakukan pula penandatangan perjanjian kerja sama antara gapoktan setempat dengan Bulog DIY mengenai penyerapan gabah petani untuk diolah menjadi beras kemasan.