Harga Cabai Rawit di Gunungkidul Naik Lagi, Tembus Rp80.000
Harga cabai rawit merah di Gunungkidul kembali naik hingga Rp80.000 per kilogram dipicu meningkatnya permintaan jelang rasulan.
Pencermatan data pemilih. /Solopos-Burhan Aris Nugraha
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – KPU Gunungkidul terus berupaya melakukan penyempurnaan Daftar Pemilih Tetap (DPT). Salah satu penyempurnaan dilakukan melalui Gerakan Melindungi Hak Pilih (GMHP).
Anggota KPU Gunungkidul Yudha Ayu Mindarsih mengatakan, GMPH dilaksanakan sebagai upaya penyempurnaan data pemilih. Gerakan ini sudah dilakukan sejak 5 September hingga 28 Oktober mendatang.
Ada tiga tujuan dari gerakan ini, pertama untuk mendata pemilih yang belum masuk di daftar pemilih. Sedang dua tujuan lain, yakni untuk memperbaiki data pemilih yang keliru, serta menghapus potensi pemilih ganda.
“Rencananya gerakan ini dilakukan hingga 28 Oktober. Harapannya warga bisa ikut berpartisipasi untuk mengecek apakah sudah masuk di daftar pemilih atau belum,” kata Yudha, Kamis (18/10/2018).
Dia menjelaskan, untuk pengecekan apakah sudah terdaftar dalam DPT atau belum bisa dilakukan dengan tiga cara. Pertama, pengecekan dilakukan dengan melihat pengumuman DPT yang ditempel di balai desa. Sedang dua cara lain dilakukan dengan memanfaatkan teknologi, yakni melalui laman milik KPU dan aplikasi yang diunduh melalui playstore. “Untuk gerakan ini kami juga mendatangi sekolah dan pondok pesantren untuk pengecekan,” katanya.
Menurut dia, pada saat pengecekan ternyata belum terdaftar, maka masyarakat diminta untuk tidak khawatir. Untuk bisa terdaftar, warga dapat mengunjungi Posko Layanan GMHP di setiap desa. “Syarat untuk mendaftar, warga harus memiliki e-KTP. Namun apabila belum punya, bisa menunjukan surat keterangan telah melakukan perekaman e-KTP,” tutur dia.
Yudha berharap, masyarakat mau ikut berperan aktif dalam proses pemutakhiran data pemilih. Hal ini diperlukan karena hak suara yang dimiliki dapat menentukan masa depan bangsa dan daerah. “Ayo kita cek, apakah sudah masuk daftar pemilih atau belum,” imbuh dia.
Ketua Bawaslu Gunungkidul Is Sumarsono menyambut baik program GMHP yang dilakukan oleh KPU. Meski demikian, ia berharap gerakan tersebut lebih disosialisasikan karena perlindungan data pemilih ini sangat penting untuk mengakomodir hak pilih masyarakat.
“Kalau dari gerakakan yang dilakukan kemarin [Rabu 17/10], antusias warga masih kurang. Jadi harus dtingkatkan sosialisasinya karena program [GMHP] akan berlangsung hingga 28 Oktober mendatang,” katanya.
Menurut dia, pihaknya akan terus melakukan kajian terhadap daftar pemilih dalam Pemilu 2019. Hal ini dilakukan dengan tujuan daftar pemilih yang benar-benar akurat. Ia menjelaskan, penetapan daftar pemilih merupakan salah satu hal yang krusial dan dapat berpengaruh terhadap jalannya tahapan pemilu. “Potensi-potensi DPT bermasalah harus ditekan sekecil mungkin sehingga tidak menimbulkan masalah kelak di kemudian hari,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga cabai rawit merah di Gunungkidul kembali naik hingga Rp80.000 per kilogram dipicu meningkatnya permintaan jelang rasulan.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 17 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta, tersedia keberangkatan pagi sampai malam hari.
Manchester City juara Piala FA 2026 setelah mengalahkan Chelsea 1-0 di final Wembley lewat gol Antoine Semenyo.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 17 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tersedia keberangkatan pagi sampai malam.
Pelatih PSIM Yogyakarta Jean-Paul van Gastel menargetkan kemenangan saat menghadapi Madura United di Stadion Sultan Agung Bantul.
Toyota mencatat permintaan Veloz Hybrid menembus 10 ribu unit di tengah kenaikan harga BBM dan meningkatnya minat mobil hemat bahan bakar.