Aksi Penipuan Rekrutmen CPNS Masih Beredar di Gunungkidul

Ilustari pendafataran CPNS online. - menpan.go.id
18 Oktober 2018 14:50 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Gunungkidul meminta kepada masyarakat untuk berhati-hati terkait dengan modus penipuan berkedok rekrutmen CPNS. Hal ini dilakukan agar tidak menjadi korban penipuan oleh oknum tak bertanggungjawab.

Kepala BKPP Gunungkidul Sigit Purwanto mengatakan, hingga saat ini pihaknya sudah menerima dua laporan terkait dengan modus penipuan berkedok rekrutmen CPNS.

Selain itu, ada juga aduan dari sejumlah kepala sekolah terkait dengan pemberkasan CPNS bagi tenaga honorer. “Ini patut diwaspadai karena modus penipuan akan semakin marak pada saat ada proses rekrutmen,” katanya kepada wartawan, Kamis (18/10/2018).

Dia menjelaskan, dalam modus penipuan ini banyak yang mencatut nama-nama penting seperti kepala daerah, kepala BKPP hingga pejabat lainnya di lingkup pemkab. Sigit mencontohkan, beberapa waktu lalu ada seseorang yang mengadu ke BKPP terkait proses rekrtumen. Aduan ini mencatut nama kepala BKPP Gunungkidul yang dijanjikan akan dibantu dalam proses perekrutan.

“Pada saat bertemu, saya minta kepada pengadu untuk menelepon ulang ke nomor yang menghubungi. Hasilnya diminta ke TU untuk diantar bertemu saya [Kepala BKPP Gunungkidul], padahal saat menelepon sudah bertemu langsung dengan saya,” ungkapnya.

Sigit menuturkan, modus-modus seperti ini harus diwaspadai karena jika tidak berhati-hati bisa menjadi korban penipuan. “Praktiknya nanti dijanjikan akan dipermudah dalam proses rekrutmen CPNS, tapi yang bersangkutan akan dimintai uang sebagai imbalan,” tuturnya.

Lebih jauh dikatakan Sigit, sejak rekrutmen CPNS 2014 lalu, proses seleksi sangat transparan. Hal ini terlihat dari model tes yang menggunakan tes berbasis komputer. “Hal yang sama juga berlaku di tahun ini. Apalagi urusan rekrutmen terpusat di Pemerintah Pusat dan pemkab hanya sebatas membantu dalam proses administrasi saja,” katanya.