Resmi, Sekolah Tatap Muka DIY Dicoba April 2021
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
Foto ilustrasi. /Solopos-Nicolous Irawan
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pemerintah desa (pemdes) di Kulonprogo dinilai belum optimal dalam mengelola perpustakaan desa (perpusdes). Hal ini terlihat dari masih banyaknya perpusdes yang belum berkembang.
Merujuk data Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kulonprogo, total jumlah perpusdes yang ada saat ini sebanyak 91 unit. Jumlah tersebut berada di 88 desa/kelurahan di Kulonprogo. Secara kuantitas jumlah itu tergolong melimpah. Namun sejauh ini baru 40 perpusdes yang masuk dalam kategori maju dan berkembang. "Dari evaluasi kami pada 2017, baru ada 40 perpusdes yang berkembang, sisanya masih belum," ucap Kepala Bidang Perpustakaan DPK Kulonprogo, Sarjana, saat ditemui Harian Jogja, Kamis (18/10/2018).
Sarjana mengatakan belum berkembangnya perpusdes lantaran pemerintah desa setempat tidak menganggarkan dana yang berasal dari APBDes untuk memenuhi kebutuhan sarana prasarana serta sumber daya manusia (SDM). Walhasil secara fisik semua desa sudah punya perpusdes, tetapi pengelolaannya masih belum optimal. "Secara umum sejumlah desa masih belum menganggarkan [perpusdes]. Padahal sudah ada Permendes PDT 2017 yang berisi kewajiban bahwa pengembangan perpusdes merupakan program prioritas," kata Sarjana.
Diungkapkan Sarjana, kendala perpusdes yang masih belum berkembang selain minimnya sarana dan prasarana adalah ketiadaan SDM pengelola. Hal ini berkaitan dengan faktor ketiadaan anggaran desa yang dilimpahkan. "Jadi pengelola masih bersifat sukarelawan sehingga mereka belum fokus mengelola perpusdes," ucapnya.
Kepala DPK Kulonprogo, Agus Santosa, mengatakan sejumlah upaya telah dilakukan jawatannya untuk menyelesaikan permasalahan ini. Salah satunya dengan berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMDPPKB) Kulonprogo untuk mengimbau kepada desa agar memasukkan pengembangan perpusdes di APBDes. "Sebab pengelolaan perpusdes ini perlu dukungan dana yang cukup," ucapnya.
Adapun upaya lain yang dilakukan DPK Kulonprogo yakni dengan melakukan akreditasi perpusdes, kegiatan lomba perpusdes terbaik, hibah buku, pemberian fasilitas penunjang sarana dan prasarana dan lain sebagainya. Dia berharap upaya-upaya tersebut bisa mendorong desa agar lebih memberi perhatian terhadap perpusdes.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
Jadwal KA Bandara YIA menuju Stasiun Tugu Yogyakarta dan sebaliknya pada 20 Mei 2026, lengkap dari pagi hingga malam hari.
Lamine Yamal menargetkan rekor sebagai pemain Spanyol termuda yang mencetak hat-trick di Piala Dunia 2026 bersama La Roja.
Jadwal Bus KSPN Malioboro–Parangtritis Kamis (20/5/2026) menjadi solusi wisata hemat dengan tarif Rp12.000, memudahkan perjalanan dari pusat kota ke pantai.
Harga emas Pegadaian hari ini Kamis 21 Mei 2026 turun. Emas Antam jadi Rp2,862 juta, UBS Rp2,797 juta, dan Galeri24 Rp2,756 juta.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.