RSPS Bantul Soroti Masalah Rujukan BPJS, Ini Kendala Sering Dikeluhkan
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
Kepala Dinas Perdagangan Bantul, Subiyanta Hadi, saat memberikan materi dalam pelatihan kemasan kepada 30 pelaku usaha di Dinas Perdagangan Bantul, Senin (22/10/2018)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL—Sebanyak 30 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Bantul mengikuti pelatihan cara pengemasan produk yang digelar Dinas Perdagangan Bantul, Senin (22/10). Mereka terdiri dari pelaku usaha kuliner, kerajinan kulit, batik, dan kayu.
Kepala Dinas Perdagangan Bantul, Subiyanta Hadi mengatakan banyak produk UMKM di Bantul yang sebenarnya kualitasnya tidak kalah dengan produk luar Bantul, bahkan beberapa produk lebih berkualitas. "Namun karena kemasanya kurang menarik sehingga kalah di pasaran," kata Subiyanta.
Dia mengatakan ada lebih dari 50.000 pelaku UMKM di Bantul yang sebagian besar adalah produk asli bantul, sebagian lainnya adalah hasil kreasi olahan produk yang sudah ada. Meski produk yang dibuat itu banyak yang sama dengan produk dari luar Bantul, namun dengan pengemasan yang bagus bisa menjadi nilai tambah.
Subiyanta mencontohkan produk bakpia yang marak di DIY. Sebagian orang sudah mengetahui bentuk dan rasa bakpia. Tapi cara pengemasan yang bagus, konsumen akan tertarik, "Orang beli barang rata-rata yang dilihat pertama adalah kemasannya. Baru kemudian kualitas produknya," ucap dia.
Selain cara mengemas, Subiyanta juga meminta pelaku usaha pandai dalam memanfaatkan media Internet sebagai ajang promosi produk. Media Internet diakuinya dapat menekan biaya promosi karena lebih praktis dan jangkauan lebih luas.
Jika produk sudah dikemas dengan baik, pihaknya akan berupaya membantu mempromosikan melalui pameran-pameran baik di Bantul maupun luar daerah, bahkan luar negeri. Subiyanta mengklaim sudah ada beberapa negara yang tertarik dengan produk dari Bantul, salah satunya adalah wedang uwuh.
Oleh sebab itu dia meminta agar produk yang dikirim ke luar negeri nanti dalam kemasan yang bagus dan menarik, serta mencantumkan keamanan dan kesehatan pangan sebagai tuntutan konsumen.
Agus Sumardoso, pemilik usaha Bakpia Tiga Mutiara yang juga didapuk sebagai narasumber dalam pelatihan itu mengatakan alasan pentingnya kemasan produk di antaranya adalah membuat brand lebih kuat, menarik perhatian, memfasilitasi keputusan pembeli, sebagai bentuk komunikasi visual dari produsen ke konsumen, media promosi, dan memberikan sugesti pada konsumen agar menimbulkan keinginan untuk membeli.
Agus pun berbagi soal kesuksesan usahanya. Beberapa modal usaha yang harus dimiliki sebenarnya bukan uang tapi senang dan cinta terhadap usaha yang sedang digeluti dan memahami proses usaha. "Yang terjadi selama ini banyak orang berbisnis tetapi tidak memahami proses usaha itu sendiri. Mereka melihat keberhasilan orang lain tanpa mengetahui seberapa lama usaha dan seberapa tekun dia menjalani usaha itu," kata Agus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
Sebanyak 114 korban Kapal Virgo Transport 8 ditemukan, 108 selamat dan 6 meninggal. Sebanyak 129 orang masih dalam pencarian.
KK perlu diperbarui setelah menikah, cerai, kelahiran hingga perubahan data. Simak 8 kondisi, syarat, dan cara mengurusnya.
Gen Z mulai meninggalkan sapaan “halo” saat mengangkat telepon. Kebiasaan ini dipengaruhi komunikasi digital dan kekhawatiran penipuan AI.
Longsor Aceh Tengah menewaskan 1 warga dan melukai 13 orang. Material lumpur menutup sejumlah jalan dan merusak empat rumah warga.
Badan Geologi mencatat 11 gunung api erupsi hingga 7 September 2026. Gunung Ibu mencapai 25.556 kali erupsi.