Asyik...Musim Manggis di Kulonprogo

Seorang petani menunjukkan manggis hasil panen, Jumat (26/10/2018). - Harian Jogja/Uli Febriarni
27 Oktober 2018 14:50 WIB Uli Febriarni Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO- Mulai panen raya, buah manggis di lahan yang ada di Perbukitan Menoreh, Dusun Sekendal, Desa Hargotirto, Kecamatan Kokap berukuran kecil. Petani menduga hal itu dikarenakan musim kemarau.

Seorang petani manggis setempat, Suparmin menuturkan, ia tetap bersyukur atas hasil panen kali ini, walau ukuran manggis lebih kecil. Selain berukuran kecil, tanaman miliknya yang biasanya mampu menghasilkan lima hingga enam kuintal manggis, kali ini hanya panen sekitar tiga sampai empat kuintal saja.

Dibantu anaknya, ia memanen manggis dengan cara sederhana dan manual, memanjat pohon dan mengambil manggis dengan bantuan galah bambu dan ember untuk menampung manggis hasil panen.

Petani manggis lainnya, Suparmin mengungkapkan, pada musim panen, manggis menjadi salah satu buah yang kerap diincar oleh konsumennya. Harga yang dibanderol untuk manggis tergantung besar dan kecilnya ukuran buah. Ia sendiri menjual manggis hasil panen seharga Rp12.000 hingga Rp15.000 per Kilogram.

Pengepul manggis datang dari berbagai daerah, sejumlah pembeli bahkan datang langsung ke kebun miliknya untuk membeli manggis, sembari mencicipi manggis.

"Tidak pernah sepi. Sebagian besar konsumen memilih membeli buah milik para petani di desa ini, karena masih segar, dipetik langsung dari pohon. Kualitas buah juga bagus dan manis," ujarnya, Jumat (26/10/2018).

Seorang pembeli manggis, Murni menjelaskan, buah bernama latin Gracinia mongostana ini bukan hanya enak dimakan, melainkan juga memiliki banyak manfaat. Kandungan vitamin C dan E bisa menjaga kesehatan tubuh.

"Misalnya mencegah kanker, jamur, obat batu ginjal, menurunkan kolesterol. Bisa juga untuk menjaga kecantikan," ungkapnya.