Advertisement
Puskesmas Tak Mampu, Damkar Lepas Cincin Bocah di Kulonprogo
Tugu tulisan Kulonprogo the Jewel of Java - ilustrasi - JIBI
Advertisement
Harianjogja.com, KULONPROGO—Seorang bocah berusia tiga tahun di Kalurahan Bojong, Kapanewon Panjatan, Kulonprogo harus ditangani petugas Damkar setelah cincin emas yang dipakainya tidak bisa dilepas hingga menyebabkan jari membengkak.
Insiden ini bermula saat cincin emas yang semula terpasang di jari manis sang anak dipindahkan ke jari tengah, diduga karena bermain. Perubahan posisi tersebut membuat cincin sulit dilepas secara mandiri.
Advertisement
Ibu korban, Eka Nur Alimah, sempat membawa anaknya ke Puskesmas Panjatan untuk mendapatkan penanganan. Namun, pihak puskesmas tidak dapat melepas cincin tersebut dan merekomendasikan agar penanganan dilakukan oleh petugas pemadam kebakaran.
Kepala Seksi Damkar dan Penyelamatan BPBD Kulonprogo, Raden Chris Hartanto, membenarkan kejadian tersebut.
BACA JUGA
“Memang benar sempat dibawa ke Puskesmas Panjatan II tetapi tidak bisa menangani sehingga dianjurkan ke Damkar,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (27/3/2026).
Menurut Chris, cincin tersebut telah tersangkut selama dua hari, sehingga menyebabkan jari tengah bocah tersebut mengalami pembengkakan.
Petugas Damkar Mako Wates kemudian melakukan penanganan dengan cara memotong cincin menggunakan tang potong guna menghindari risiko yang lebih serius pada jari anak tersebut.
“Cincin emasnya kita potong dengan menggunakan tang potong. Tetapi cincinnya masih bisa diperbaiki,” jelasnya.
Ia menambahkan, ukuran cincin yang terlalu kecil untuk jari tengah menjadi penyebab utama sulitnya cincin dilepas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
GBK Dipadati Suporter Timnas Indonesia, Ribuan Polisi Disiagakan
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Pantai Gunungkidul Padat, Ancaman Ombak Tinggi Mengintai
- Baru Terima SK, Puluhan ASN Gunungkidul Diminta Turun ke Warga
- Parkir Liar di Sirip Malioboro Picu Macet Parah saat Libur Lebaran
- Momen Lebaran, Tingkat Hunian Hotel Bantul Hanya 70 Persen
- PPPK Sleman Terancam PHK, Imbas Batas Belanja 30 Persen APBD
Advertisement
Advertisement







