Sedimentasi Parah, Sungai Serang Dikeruk Demi Irigasi dan Cegah Banjir
BBWSSO menormalisasi Sungai Serang di Kulonprogo sepanjang Agustus 2026 untuk mengurangi risiko banjir sekaligus menjaga pasokan air irigasi.
Tugu tulisan Kulonprogo the Jewel of Java - ilustrasi/JIBI
Harianjogja.com, KULONPROGO—Seorang bocah berusia tiga tahun di Kalurahan Bojong, Kapanewon Panjatan, Kulonprogo harus ditangani petugas Damkar setelah cincin emas yang dipakainya tidak bisa dilepas hingga menyebabkan jari membengkak.
Insiden ini bermula saat cincin emas yang semula terpasang di jari manis sang anak dipindahkan ke jari tengah, diduga karena bermain. Perubahan posisi tersebut membuat cincin sulit dilepas secara mandiri.
Ibu korban, Eka Nur Alimah, sempat membawa anaknya ke Puskesmas Panjatan untuk mendapatkan penanganan. Namun, pihak puskesmas tidak dapat melepas cincin tersebut dan merekomendasikan agar penanganan dilakukan oleh petugas pemadam kebakaran.
Kepala Seksi Damkar dan Penyelamatan BPBD Kulonprogo, Raden Chris Hartanto, membenarkan kejadian tersebut.
“Memang benar sempat dibawa ke Puskesmas Panjatan II tetapi tidak bisa menangani sehingga dianjurkan ke Damkar,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (27/3/2026).
Menurut Chris, cincin tersebut telah tersangkut selama dua hari, sehingga menyebabkan jari tengah bocah tersebut mengalami pembengkakan.
Petugas Damkar Mako Wates kemudian melakukan penanganan dengan cara memotong cincin menggunakan tang potong guna menghindari risiko yang lebih serius pada jari anak tersebut.
“Cincin emasnya kita potong dengan menggunakan tang potong. Tetapi cincinnya masih bisa diperbaiki,” jelasnya.
Ia menambahkan, ukuran cincin yang terlalu kecil untuk jari tengah menjadi penyebab utama sulitnya cincin dilepas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BBWSSO menormalisasi Sungai Serang di Kulonprogo sepanjang Agustus 2026 untuk mengurangi risiko banjir sekaligus menjaga pasokan air irigasi.
Upaya melestarikan bahasa dan aksara Jawa terus dilakukan di tengah perkembangan teknologi digital.
BSSN mengingatkan AI membuat serangan siber ke sektor keuangan makin otomatis, personal, dan sulit dibedakan dari komunikasi asli.
Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) 2026 tak lagi sekadar menjadi acara puncak HUT Kota Jogja. Perayaan yang memasuki tahun ke-10 itu dikemas menjadi WJNC Festiv
PSEL Piyungan diproyeksikan mengolah 1.000 ton sampah per hari. DIY menyiapkan pasokan dari Gunungkidul, Kulonprogo hingga Jateng.
Taman Budaya Yogyakarta (TBY) akan menggelar Lomba dan Pameran Fotografi Rana Budaya #4 dengan tajuk FYP (For Your People), sekaligus pameran arsip