Kunjungan ke Jogja, SBY Terima Curhat Petani Garam hingga Buruh

Mantan Presiden SBY saat berdialog dengan warga di Ndalem Benawan, Kecamatan Kraton, Kota Jogja, Sabtu (27/10/2018) malam. - Harian Jogja/Sunartono
28 Oktober 2018 15:17 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan dialog dengan warga di Ndalem Benawan, Jalan Rotowijayan, Kecamatan Kraton, Kota Jogja, Sabtu (27/10/2018) malam. SBY menerima curhat dari sejumlah elemen masyarakat mulai dari petani garam, buruh, hingga guru honorer.

Dalam dialog yang dimulai sekitar pukul 20.10 WIB itu dihadiri berbagai perwakilan elemen masyarakat di DIY.  SBY mengatakan banyak kenangan dengan Jogja, selain karena pernah menjabat sebagai Danrem 072/Pamungkas, istrinya, Ani Yudhoyono juga dilahirkan di Jogja.

"Banyak kenangan kami di Jogja baik suka maupun duka," katanya saat membuka perbincangan, Sabtu (27/10/2018) malam.

Ketua Umum Partai Demokrat ini menambahkan selama menjabat sebagai presiden, ia komitmen membantu DIY agar tetap sejahtera. Ia menyinggung terkait diterbitkannya UU Keistimewaan DIY yang juga disahkan pada era kepemimpinannya. Menurutnya UU tersebut sudah dinanti sejak Indonesia merdeka.

"Mudah-mudahan dengan UU keistimewaan yang telah kita hadirkan, Yogyakarta tetap aman dan damai, makin maju, masyarakat makin sejahtera dan mendapatkan keadilan," ujarnya.

Kedatangannya di Jogja, lanjutnya, untuk menjaring aspirasi masyarakat. Ia berharap kepada warga secara jujur menyampaikan berbagai program pemerintah yang sudah baik atau ada yang belum baik agar ke depan bisa dilakukan perbaikan. SBY berpendapat, demi kesinambungan pemerintahan, maka program yang sudah baik hendaknya dilanjutkan oleh pemerintahan berikutnya.

"Harapan saya pemerintahan Presiden Jokowi juga kerso [mau] melanjutkan apa yang sudah baik sejak Bung Karno hingga saya kemarin. Karena nanti kalau Pak Jokowi sudah selesai menjadi Presiden digantikan oleh presiden yang lain pasti Pak Jokowi juga ingin yang baik-baik di masa beliau juga dilanjutkan," ucapnya.

Masyarakat yang hadir diberikan kesempatan untuk berdialog. Si hadapan SBY, Ketua Kelompok Petani Garam Gunungkidul Sukidi menyampaikan aspirasinya terkait rata-rata petani garam di DIY masih pemula. Ia berharap ke depan ada bimbingan secara rutin terhadap petani garam di DIY karena saat ini masih banyak yang kesulitan. "Karena kami berharap garam ini tidak hanya sebagai penghasilan tambahan tetapi bisa menjadi penghasilan pokok," kata Sukidi.

Menanggapi curhat Sukidi, SBY mendorong kepada anggota dewan terutama dari Partai Demokrat di DPR RI, DPRD DIY dan DPRD kabupaten untuk ikut memperjuangkan aspirasi petani garam di DIY. Menurutnya, jangan sampai Indonesia kesulitan garam karena di dalam negeri bisa memproduksi. Jika petani garam tidak dibantu, dibimbing dan dimodali pemerintah, pasti kalah bersaing dengan produksi garam dari luar negeri.

"Pemerintah harus pro dengan industri, pertanian dalam negeri. Tidak cukup dengan retorika, tetapi bantu secara langsung, kalau petani garan di Gunungkidul butuh bimbingan, maka Pemda bisa membantunya," katanya.

Selain petani garam, perwakilan buruh DIY, Kirnadi juga menyampaikan keluhan minimnya UMR dan UMK di DIY. Upah yang diterima buruh tidak sebanding dengan kebutuhan pokok sehari-hari. Menanggapi hal itu SBY juga meminta anggota dewan untuk turut memperjuangkan aspirasi buruh.