Pembangunan Terlalu Mahal, Proyek Pelabuhan Tanjung Adikarto Akhirnya Akan Diserahkan ke Investor

Pelabuhan Tanjung Adikarto. - JIBI
31 Oktober 2018 11:50 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Pembangunan Pelabuhan Tanjung Adikarto akan memasuki babak baru. Setelah bertahun-tahun melakukan pembangunan menghabiskan miliaran rupiah, kini proyek pelabuhan itu akan diserahkan kepada investor melalui kerjasama pemerintah badan usaha (KPBU).

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY Bayu Mukti Sasongko menjelaskan studi pendahuluan KPBU Tanjung Adikarto telah selesai dilakukan bersama tiga proyek besar lainnya. Saat ini memasuki tahap kajian lanjutan yang dilakukan oleh pemerintah pusat, dalam hal ini BUMN di bawah Kementerian Keuangan PT PII.

"Istilahnya sedang dihitung yang sudah dibangun fasilitas sekarang apa, kekurangannya berapa, untuk bisa operasional butuh berapa, itu sedang dikaji," terangnya kepada Harianjogja.com, Selasa (30/10/2018).

Kajian itu ditarget selesai pada 2019, setelah itu barulah hasil kajian tersebut ditawarkan kepada calon investor.

Pemilihan calon pengelola ditarget bisa selesai pada 2020 mendatang. Fungsi pelibatan PT PII dalam proses KBPU ini untuk menjamin agar proses investasi dapat berjalan dengan baik. Apalagi, dana yang dibutuhkan untuk pembangunan lanjutan seperti pemecah ombak butuh hingga Rp400 miliar.

"Kalau investor yang tertarik sudah ada tetapi kan harus didetailkan dulu kajiannya, nanti yang dikerjasamakan seperti apa," ujarnya.

Bayu memastikan pembangunan pelabuhan tersebut tidak lagi menggunakan APBD DIY karena terlalu berat. Sehingga harus diserahkan kepada investor dengan target operasi pada 2021 mendatang.

Terkait penambahan pemecah ombak, hal itu sepenuhnya akan diserahkan kepada pengelola jika kemungkinan ada metode lain sehingga desain yang ada saat ini masih bisa direview. Terkait investor memberikan peluang baik dari dalam maupun luar negeri asal memiliki komitmen kuat untuk melakukan pengelolaan pelabuhan.

"Kalau fasilitas darat sudah ada semua tinggal bagaimana agar kapal bisa masuk, apakah perlu perpanjangan pemecah ombak atau ada metode lain," ucapnya.