Viral Anak Ayam Jadi Suvenir Pernikahan Rangga dan Nunu Tuai Kritik Warganet
Suvenir pernikahan Rangga dan Nunu berupa anak ayam hidup dalam kotak mika menuai kritik warganet karena dinilai tak layak.
Neni Fathonah dan Kurma Elda Gustriyanto, pasangan muda menunjukkan produk Nekuni belum lama ini. Keduanya mulai merintis bisnis art merchandise terinspirasi dari desain kemasan produk makanan dan minuman populer./Harian Jogja-Holy Kartika N.S
Harianjogja.com, JOGJA--Direktorat Jenderal (Dirjen) Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyiapkan 20.000 beasiswa untuk kalangan pemuda kreatif. Para pemuda di DIY didorong untuk dapat memanfaatkan peluang yang masih akan dibuka hingga 2019 mendatang tersebut.
Ditjen IKP Kemenkominfo Rosarita Niken Widiastuti membenarkan pihaknya menyediakan sebanyak 20.000 beasiswa untuk para pemuda yang memiliki potensi di bidang digital. Beasiswa itu diberikan agar para pemuda dapat mengembangkan kemampuan digitalnya seiring dengan perkembangan teknologi yang masif.
Melalui beasiswa itu para pemuda diberikan tambahan ilmu terkini terkait kemampuan digital, seperti cloud computing, cyber security, big data, digital business dan lain-lain. Kursus tanpa gelar itu melibatkan perusahaan teknologi global bertaraf internasional sebagai penyusun kurikulum serta mentor.
"Dengan beasiswa ini kita harapkan masyarakat khususnya pemuda milenial saat ini bisa mendapatkan pengetahuan khususnya skill dalam memanfaatkan digitalisasi," terangnya di sela-sela diskusi di salah satu hotel di Jogja, Kamis (8/11).
Namun Niken menegaskan beasiswa itu tidak diberikan dalam bentuk uang melainkan fasilitas pelatihan digital. Program ini sebenarnya sudah memulai pada 2018 ini namun jumlahnya masih sangat kecil.
Dengan begitu disiapkan kuota sebanyak 20.000 orang pada 2019 mendatang untuk beasiswa tersebut. Dia berharap pemuda di Jogja dapat memanfaatkan kesempatan itu untuk mendapatkan pelatihan pengembangan potensi digital.
Kompetisi pendaftaran, menurutnya juga terbuka lebar, sementara di Jogja banyak pemuda kreatif di bidang digital sehingga bisa turut berkompetisi mendapatkan beasiswa. "Semuanya boleh mendaftar, proses pendaftaran dan tes untuk mendapatkan beasiswa itu juga dilakukan secara online, 20.000 ini untuk 2019," katanya.
Anggota Komisi I DPR RI Sukamta mengatakan pemuda di DIY dapat memanfaatkan program beasiswa tersebut sehingga dapat menambah kemampuan pengembangan digital. Mengingat tidak ada kuota khusus setiap provinsi, seleksi dilakukan secara terbuka dan online.
"Meskipun ini pelatihan, mungkin singkat tetapi bisa sekaligus membangun jaringan antar-digital talent. Pemuda di Jogja bisa mengikutinya," katanya.
Dia menilai saat ini sudah banyak pemuda di Jogja yang kreatif dengan pengembangan digital. Bahkan pemuda usia di bawah 35 tahun sudah memiliki perusahaan bergerak di bidang digital dengan omzet mencapai Rp1 miliar per hari pun sudah ada di Jogja. "Melalui digital talent ini pemuda kreatif di Jogja ini bisa menjadi inspirasi bagi pemuda lainnya," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Suvenir pernikahan Rangga dan Nunu berupa anak ayam hidup dalam kotak mika menuai kritik warganet karena dinilai tak layak.
Stasiun Lempuyangan ditata menjadi stasiun khusus penumpang. Aktivitas angkutan semen direncanakan pindah ke Stasiun Prambanan.
Bawaslu Bantul mendorong Pilur 2026 bebas politik uang dengan memperkuat gerakan Desa Anti Politik Uang di 30 kalurahan.
Rezza Octavia tersingkir di 16 besar Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Indonesia kembali tanpa medali recurve individu putri.
Perbaikan Jalan Srandakan-Poncosari-Pandansimo Bantul mencapai 43,309 persen, melampaui target dan ditargetkan selesai 28 Desember 2026.
Stasiun Lempuyangan ditata bertahap hingga 2027. Mulai 2028, penumpang KRL akan dilayani melalui akses Utara.